:: Info dan Pengumuman ::

Info Terkini
- Penerimaan Pegawai Non-ASN
- Penempatan GASURKES KIA 2017
-
Pertanyaan Seputar Penyakit Virus ZIKA
- Penduduk Sasaran Program Kesehatan 2015 - 2019
- HRIS KOTA SEMARANG

 

  :: P o l l i n g ::  
Bagaimakah informasi & tampilan yang disajikan pada web site ini
  sangat baik
  sudah baik
  cukup baik
  perlu di perbaiki
  Lihat hasil
  Info Semarang  

Peran Pemerintah dalam Audit Maternal Perinatal di Kota Semarang

ditulis pada 23-12-2016 dibaca 11 kali

Audit maternal perinatal merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri sebab kesakitan dan kematian ibu dan perinatal dengan maksud mencegah kesakitan dan kematian dimasa yang akan datang. Penelusuran ini memungkinkan tenaga kesehatan menentukan hubungan antara faktor penyebab yang dapat dicegah dan kesakitan/kematian yang terjadi. Dengan kata lain, istilah audit maternal perinatal merupakan kegiatan death and case follow up.
Lebih lanjut kegiatan ini akan membantu tenaga kesehatan untuk menentukan pengaruh keadaan dan kejadian yang mendahului kesakitan/kematian. Dari kegiatan ini dapat ditentukan:
·         Sebab dan faktor-faktor terkaitan dalam kesakitan/kematian ibu dan perinatal
·         Dimana dan  mengapa berbagai sistem program gagal dalam mencegah kematian
·         Jenis intervensi dan pembinaan yang diperlukan
Audit maternal perinatal juga dapat berfungsi sebagai alat pemantauan dan sistem rujukan. Agar fungsi ini berjalan dengan baik, maka dibutuhkan :
1.  Pengisian rekam medis yang lengkap dengan benar di semua tingkat pelayanan kesehatan
2.  Pelacakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan puskesmas dengan cara otopsi verbal, yaitu wawancara kepada keluatga atau orang lain yang mengetahui riwayat penyakit atau gejala serta tindakan yang diperoleh  sebelum penderita meninggal sehingga dapat diketahui perkiraan sebab kematian.
Audit Maternal perinatal memiliki dua tujuan,yaitu:
Tujuan umum audit maternal perinatal adalah meningkatkan mutu pelayanan KIA di seluruh wilayah kota dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian ibu dan perinatal
Tujuan khusus
Tujuan khusus audit maternal adalah :
a.       Menerapkan pembahasan analitik mengenai kasus kebidanan dan perinatal secara teratur dan berkesimnambungan, yang dilakukan oleh dinas kesehatan kota, rumah sakit pemerintah atau swasta dan puskesmas, rumah bnersalin (RB), bidan praktek swasta atau BPS di wilayah kota dan dilintas batas kabupaten/kota provinsi.
b.      Menetukan intervensi dan pembinaan untuk masing-masing pihak yang di perlukan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan dalam pembahasan kasus
c.       Mengembangkan mekanisme koordinasi antara dinas kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit pemerintah/swasta, puskesmas, rumah sakit bersalin dan BPS dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi terhadap intervensi yang disepakati.

 Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan menyatakan bahwa tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan dan menghormati hak pasien. Berdasarkan hal tersebut, kebijaksanaan Indonesia Sehat 2010 dan strategi making pregnancy Safer (MPS) sehubungan dengan audit maternal perinatal adalah sebagai berikut :
1.      Peningkatan mutu pelayanan KIA dilakukan secara terus menerus melalui program jaga mutu puskesmas, di samping upaya perluasan jangkauan pelayanan. Upaya peningkatan dan pengendalian mutu antara lain melalui kegiatan audit perinatal.
2.      Meningkatkan fungsi kabupaten/kota sebagai unit efektif yang mampu memanfaatkan semua potensi dan peluang yang ada untuk meningkatkan pelayanan KIA diseluruh wilayahnya
3.      Peningkatan kesinambungan pelayanan KIA ditingkat pelayanan dasar(puskesmas dan jajarannya )dan tingkat rujukan primer RS kabupaten/kota
4.      Peningkatan kemampuan manajerial dan keterampilan teknis dari para pengelola dan pelaksanaan program KIA melalui kegiatan analisis manajemen dan pelatihan klinis.

Olehkarena itu Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam salahsatu kegiatannya yang diselenggarakan oleh Seksi Anak dan Remaja Bidang Kesehatan Keluarga pada tanggal 06 Desember 2016, bertempat di Aula lantai 3 Dinas Kesehatan Kota Semarang Jl. Pandanaran no 79 Semarang dengan menggunakan metode Ceramah, Diskusi dan Tanyajawab.

Materi disampaikan oleh dr, Slamet Widi S,SpA dan dr. Muhammad Taufiqi,SpOG(K) dihadapan 15 orang yang terdiri dari Tim Manajemen AMP Kota Semarang, Tim Pengkaji Kota Semarang, IBI Kota Semarang dan Lintas Program terkait.

Hal ini dilakukan karena Angka Kematian Bayi (AKB) Tahun 2015 Target AKB 13,50/1000 KH, Capaian AKB 8,38/1000 KH). Perlu diwaspadai agar kematian bayi dan balita tidak meningkat lagi pada tahun ini, masih dibutuhkan upaya dan strategi yang dapat mengungkit penurunan AKB dan AKABA setiap tahunnya. Untuk Angka Kematian Bayi (AKB) menurut SKDI (2003) dan WHO (1994) memang berhasil diturunkan, namun pada komponen kematian neonatal, penurunannya berlangsung lambat. SKDI (2003) mencatat bahwa kematian bayi baru lahir di Indonesia sekitar 22/1000 kelahiran hidup, hal ini terkait dengan kurang baiknya penanganan komplikasi obstetrik saat persalinan dan masih rendahnya status kesehatan ibu.
Besaran masalah Kematian Neonatal, Bayi dan Balita dengan teori 2/3 proporsi kematian bayi, maka kematian neonatal merupakan 2/3 dari jumlah kematian bayi, dan kematian bayi merupakan 2/3 dari jumlah kematian balita. Serta pola kematian bayi masih belum berubah dengan penyebab kematian tertinggi karena BBLR dan Asfiksia.
Sehingga untuk menurunkan angka kematian bayi terutama usia neonatal diperlukan langkah-langkah kongkrit guna memperbaiki manajemen program kesehatan bayi baru lahir dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir.@Sintawati

Informasi Ruangan Tempat Tidur RS
  Pojok Promkes  
  Aplikasi   SIMDBD
SIM Jamkesmaskota
SP3 Online
Dashboard DKK
SSOF Intranet
SIPP Nakes
Hospital Reporting Information System
  Weblink   Dinkes Provinsi Jateng
Kementrian Kesehatan
WHO
Bappeda Kota Semarang
  Ada Keluhan?  


  Statistik  

73829 Unique visitor

Today : 29 visitors

This month : 29 visitors

Sehat Masyarakatnya, Sehat Kotanya

Dinkes Kota Semarang

Jl. Pandanaran 79 Semarang Telp. 024-8318070 Fax.024-8318771

email: dinkes@semarangkota.go.id  | Twitter: @dkksemarang