1

MASIH TAKUT MINUM OBAT KARENA TAKUT MERUSAK GINJAL ?

Ditulis 2026-03-30 13:06:41

Banyak orang yang masih ragu minum obat karena khawatir "nanti ginjal rusak". Kekhawatiran ini memang sering terdengar, apalagi kalau harus minum obat dalam jangka wakti lama. Tapi, benarkan semua obat bisa merusak ginjal ?

Jawabannya "tidak semua obat berbahaya untuk ginjal. yang lebih penting adalah jenis obat, dosis, lama penggunaan, kondisi tubuh dan cara pemakaiannya"

Ginjal memang bekerja keras, tapi bukan berarti semua obat merusaknya

Ginjal berfungsi menyaring zat sisa dan membantu membuang beberapa obat dari dalam tubuh. Oleh karena itu, sebagian obat memang perlu melewati ginjal. Namun, jika digunakan sesuai anjuran dokter, banyak obat justru aman dan bermanfaat. 

Bahkan, ada beberapa obat yang melindungi fungsi ginjal, misalnya obat golongan ACE inhibitor atau ARB pada pasien tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit ginjal tertentu. Obat ini dikenal dapat membantu menurunkan tekanan pada ginjal dan memperlambat kerusakan ginjal jangka panjang.

Kapan obat bisa membahayakan ginjal?

Obat dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal bila digunakan tidak tepat, misalnya:

  • Minum obat tanpa resep dan tanpa tahu kandungannya
  • Mengkonsumsi obat terlalu sering atau melebihi dosis
  • Menggunakan obat dalam jangka panjang tanpa pemantauan
  • Minum beberapa obat sekaligus yang bisa saling memperberat kaerja ginjal
  • Kondisi tubuh sedang dehidrasi (kurang cairan)
  • Sudah memiliki riwayat penyakit ginjal, diabetes, hipertensi, gagal jantung atau usia lanjut

Obat apa saja yang perlu lebih hati-hati?

Salah satu kelompok obat yang paling sering dikaitkan dengan gangguan ginjal adalah obat anti nyeri golongan NSAID, seperti:

  • Ibuprofen
  • Naproxen
  • Diclofenac
  • Celecoxib
  • Aspirin dosis tinggi

Obat golongan ini bisa menurunkan aliran darah ke ginjal, sehingga pada kondisi tertentu dapat memicu cedera ginjal akut (acute kidney injury/AKI) atau memperburuk penyakit ginjal kronis—terutama jika dipakai dosis tinggi, terlalu lama, atau pada orang dengan faktor risiko tertentu.

Selain itu, beberapa antibiotik, antivirus, antijamur, serta obat tertentu lainnya juga perlu penyesuaian dosis bila fungsi ginjal menurun. Pada banyak kasus, obatnya tetap bisa digunakan, tetapi dosis atau frekuensinya perlu disesuaikan oleh tenaga kesehatan.

Jadi, lebih bahaya minum obat… atau tidak minum obat?

Ini yang sering terlupakan.
Kadang, tidak minum obat yang sebenarnya dibutuhkan justru bisa lebih berbahaya.

Contohnya:

  • Tekanan darah tinggi yang tidak diobati bisa merusak ginjal perlahan
  • Gula darah yang tidak terkontrol pada diabetes bisa mempercepat gagal ginjal
  • Infeksi yang tidak diobati bisa menyebar dan memperberat kondisi tubuh
  • Nyeri yang terus dibiarkan bisa mengganggu aktivitas dan kualitas hidup

Jadi, takut boleh, tapi jangan sampai salah langkah.
Yang penting adalah minum obat dengan benar dan terpantau.

Tips aman minum obat agar ginjal tetap terlindungi

Supaya lebih tenang, lakukan hal berikut:

  1. Minum obat sesuai resep atau aturan pakai : Jangan menambah dosis sendiri, jangan menghentikan obat tiba-tiba, dan jangan meminjam obat orang lain.
  2. Hindari konsumsi obat anti nyeri sembarangan : Terutama obat seperti ibuprofen atau naproxen yang sering dibeli bebas. Bila punya riwayat sakit ginjal, hipertensi, atau diabetes, sebaiknya konsultasikan dulu. National Kidney Foundation menyebut NSAID sebaiknya digunakan dosis serendah mungkin dan sesingkat mungkin, dan orang dengan penyakit ginjal kronis tidak dianjurkan menggunakannya tanpa arahan tenaga kesehatan.
  3. Beri tahu dokter semua obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi : termasuk obat warung, jamu/herbal, vitamin, dan suplemen pelangsih atau penambah stamina. Karena beberapa produk bisa saja membebani ginjal atau berinteraksi dengan obat lain.
  4. Cukupi cairan tubuh : Kurang minum atau dehidrasi bisa meningkatkan risiko ginjal “kaget”, terutama saat sedang minum obat tertentu. Dehidrasi juga dapat meningkatkan risiko cedera ginjal akut pada beberapa kondisi.
  5. Periksa fungsi ginjal bila minum obat jangka panjang

Pemeriksaan seperti ureum, kreatinin, dan eGFR penting untuk memastikan obat tetap aman digunakan, terutama pada pasien dengan:
    •    Hipertensi
    •    Diabetes
    •    Penyakit ginjal
    •    Penyakit jantung
    •    Usia lanjut

Tidak semua obat merusak ginjal.
Yang berisiko adalah penggunaan yang tidak tepat, berlebihan, atau tanpa pengawasan.

Jadi, kalau kamu masih takut minum obat karena khawatir ginjal rusak, ingat ini:

  • Obat bisa aman bila digunakan dengan benar
  • Sebagian obat justru melindungi ginjal
  • Yang berbahaya adalah asal minum obat atau malah tidak berobat sama sekali

Pesan penting

Jangan takut bertanya pada dokter, perawat, atau apoteker:
“Obat ini aman untuk ginjal saya tidak?”

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018