SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) adalah program di Puskesmas untuk memantau dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini, dengan tujuan mendeteksi dini penyimpangan, memberikan stimulasi, dan melakukan intervensi agar anak dapat mencapai potensi optimal dan tumbuh kembang normal. Kegiatan ini dilakukan di posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya, melibatkan pengukuran fisik seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, serta pemantauan perkembangan melalui kuesioner khusus.
Komponen Utama SDIDTK
Deteksi Dini:
Melakukan skrining atau pemeriksaan untuk mengidentifikasi adanya penyimpangan tumbuh kembang anak, seperti keterlambatan bicara, masalah motorik, atau perilaku.
Intervensi Dini:
Melakukan tindakan perbaikan atau penanganan segera jika ditemukan penyimpangan agar tidak menjadi lebih berat.
Stimulasi:
Kegiatan memberikan rangsangan pada anak untuk mengoptimalkan proses belajar dan perkembangannya sesuai dengan usia.
Bagaimana SDIDTK Dilakukan?
Pemantauan Berkala:
Pemeriksaan dilakukan secara berkala, biasanya setiap 3 bulan untuk anak usia 0-24 bulan dan setiap 6 bulan untuk usia 24-72 bulan (6 tahun).
Pengukuran Fisik:
Meliputi penimbangan berat badan (BB), pengukuran panjang/tinggi badan (PB/TB), dan pengukuran lingkar kepala (LK).
Deteksi Perkembangan:
Menggunakan instrumen seperti Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk memantau aspek kognitif, motorik, bahasa, dan sosial anak.
Edukasi Orang Tua:
Petugas kesehatan akan memberikan pengetahuan kepada orang tua untuk dapat memberikan stimulasi yang tepat di rumah.
Rujukan:
Jika ditemukan penyimpangan yang tidak bisa diatasi, anak akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai, seperti rumah sakit.
Tujuan SDIDTK