Monev kader puskesmas adalah monitoring dan evaluasi terhadap kinerja para kader posyandu oleh puskesmas dan pihak terkait lainnya, yang bertujuan untuk memantau proses pelaksanaan kegiatan seperti administrasi, pengukuran, dan pemberian gizi, serta untuk membina dan melatih kader agar lebih memahami tugas dan kompetensi mereka dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Posyandu sesuai prosedur, mengidentifikasi kendala, dan memberikan solusi, seperti penyuluhan, pelatihan alat, dan pemberian bantuan gizi.
Tujuan Monev Kader Puskesmas
Memantau Pelaksanaan Kegiatan:
Memastikan kegiatan Posyandu, seperti penimbangan, pengukuran, dan pemberian makanan tambahan (PMT), berjalan sesuai rencana dan prosedur yang ditetapkan.
Membina dan Melatih Kader:
Memberikan pembinaan, pelatihan, dan penyuluhan agar kader memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tugas-tugas mereka dan kompetensi dasar yang diperlukan, seperti cara menggunakan alat ukur dan menimbang.
Identifikasi Kendala:
Menemukan dan mengatasi hambatan yang mungkin timbul selama pelaksanaan kegiatan Posyandu.
Peningkatan Kualitas Pelayanan:
Meningkatkan kualitas pelayanan di Posyandu agar lebih efektif dan efisien dalam melayani masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil.
Meningkatkan Partisipasi Masyarakat:
Mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program-program kesehatan melalui peran aktif kader.
Apa Saja yang Dievaluasi?
Dalam kegiatan monev, yang dievaluasi meliputi:
Administrasi Posyandu:
Pengecekan buku-buku dan catatan administrasi yang digunakan oleh kader.
Pelaksanaan Teknis:
Cara kader melakukan pengukuran dan penimbangan berat badan balita atau ibu hamil.
Pemberian Gizi:
Pemantauan dan pemberian PMT (makanan tambahan) untuk pencegahan stunting dan peningkatan gizi.
Koordinasi dan Pembagian Tugas:
Evaluasi bagaimana kader berkoordinasi dengan tenaga kesehatan puskesmas dan sesama kader, serta pembagian tugas yang dilakukan.
Pihak yang Terlibat
Puskesmas:
Sebagai pihak yang paling berkepentingan dalam pengawasan dan pembinaan kader.
Tenaga Kesehatan (Bidan):
Berkoordinasi dengan kader dan memberikan pelatihan.
Ketua TP PKK:
Baik tingkat kecamatan maupun desa, seringkali terlibat dalam monev untuk memberikan dukungan dan pembinaan kepada kader.
Dinas Kesehatan:
Melakukan monitoring rutin untuk memastikan program kesehatan berjalan sesuai standar.
Manfaat bagi Kader dan Masyarakat
Bagi Kader:
Mendapat bimbingan, pelatihan, dan pengetahuan baru untuk menjalankan tugas dengan lebih baik.
Bagi Masyarakat:
Menerima pelayanan kesehatan yang lebih optimal dari Posyandu, serta mendapatkan perhatian lebih dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak.