1

MINLOK LINSEK TRIWULAN I TAHUN 2026

Ditulis 2026-02-23 12:09:14

UPTD Puskesmas Halmahera melaksanakan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Bidang Kesehatan Triwulan ke-1 pada hari Rabu, 04 Februari 2026 di Aula A UPTD Puskesmas Halmahera. Lokakarya Mini Lintas Sektoral atau yang sering disingkat Lokmin Linsek merupakan suatu wadah untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara puskesmas dengan lintas sektor di wilayah kerjanya masing-masing. Kegiatan ini dilakukan setiap tiga bulan sekali dalam setahun.

Lokmin Linsek untuk kali ini dibuka langsung oleh Kepala Puskesmas Halmahera.  Lokmin Linsek juga dihadiri oleh Perwakilan Tim TPCB Tanjung Mas,  Kaspolsek Semarang Timur, KUA Semarang Timur, Disdalduk Semarang Timur, Lurah Krangtemepel, Lurah Karangturi, Lurah Sarirejo,dan Lurah Rejosari, LPMK, Ketua FKK, Kader Kelurahan dan Staff Puskesmas Halmahera.

Setelah Sambutan berlamngsung, Kepala UPTD Puskesmas Halmahera, dr. Turi Setyawati memaparkan tentang hasil kegiatan dan prioritas permasalahan kesehatan yang dibahas bersama, rencana tiga bulan mendatang, dan inovasi terbaru yang ada di Puskesmas.

Dilanjutkan oleh sesi disukusi bersama dan diperoleh pemahaman terkait faktor-faktor yang menjadi penyabab dan Tindak Lanjut yang akan dilakukan terkait permasalahan kesehatan.

Lintas sektor :
• lingkup gangguan kejiwaan dan kdrt juga banyak terjadi karena tidak ada pemantauan, saran bisa dimasukkan puskesmas halmahera
• Hasil dari evaluasi sebagai upaya untuk disosialisasikan setiap rapat/pertemuan dengan Fkk
• Ditemukan kasus lepto sudah dilakukan penangkapan tikus, dapat 3 tikus dilakukan dan dilakukan penguburan. Rumah warga yang suka menimbun sampah sudah dilakukan upaya pembersihan namun masih susah dirubah karena kebiasaan warga
• karang tempel: berkaitan dengan lepto dengan adanya tumpukan sampah yang akan disetorkan di bank sampah dapat memanfaatkan anggaran untuk membeli sarana dan prasarana untuk program memilah sampah. Untuk yang organik diberikan tong komposter untuk yang anorganik dibelikan tas tertutup sehingga tikus tidak bisa menjangkau sampah tersebut.
• berkaitan dengan TB di puskesmas mengukur ketaatan kontrol dan pelaksanaan petunjuk di puskesmas namun dalam kegiatan lain puskesmas tidak mampu menjangkau. sehingga yang bersangkutan kurang mentaati dengan tidak memakai masker saat berkegiatan.
• terdapat kader sakit radang paru paru sampai masuk ke ruang isolasi, perlu adanya sosialisasi lebih lanjut terhadap pengetahuan penyakit menular ke ke masyarakat

Kader kesehatan Rejosari :
• Untuk masalah lepto ada masukan dari kader untuk menangkap tikus itu kalau sudah dipakai maka tidak mau masuk maka solusinya yaitu dicuci pakai air leri. Lalu kader memastikan balita datang ke posyandu setiap bulan kader ngoyak oyak agar dapat diketahui status gizinya.

TIM TPCB
• Ada beberapa kinerja yang belum mencapai target. sehingga perlu percepatan strategi untuk tercapainya target
• Perencanaan kegiatan kegiatan mungkin banyak yang berkurang untuk pencapaian target maka diperlukan strategi strategi pencapaian.
• Di bulan februari ada penonaktifan kepesertaan JKN jumlah peserta ada 90 ribu yang dinonaktifkan pada januari, sebagian besar ada yang memiliki penyakit kronis, untuk strategi bisa dialihkan ke UHC kota semarang.

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018