1

PENYAKIT CAMPAK MEREBAK! KENALI GEJALA DAN CARA PENCEGAHANNYA

Ditulis 2026-03-05 07:10:25

Apa Itu Campak?

Campak adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Gejala penyakit campak, yaitu ruam kulit di seluruh tubuh dan gejala seperti flu.

Penyakit campak disebabkan oleh virus yang dapat menular dari percikan air liur. Umumnya gejala muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah tubuh terpapar virus tersebut.

Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak dan bisa berakibat fatal. Namun, penyakit campak pada anak dan orang dewasa bisa dicegah dengan mendapatkan vaksin. 

Penyebab Campak

Campak pada bayi dan anak-anak bisa disebabkan oleh virus rubeola. Penyakit ini menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang mengidap virus tersebut atau melalui tetesan di udara.

Virus campak diklasifikasikan sebagai anggota genus Morbillivirus dalam keluarga Paramyxoviridae. Manusia adalah satu-satunya inang alami virus campak.

Virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, atau mata.

Sesampainya di sana, kemungkinan besar ia memasuki paru-paru, lalu menginfeksi sel kekebalan. 

Sel-sel ini berpindah ke kelenjar getah bening, tempat virus berpindah ke sel lain kemudian menyebar ke seluruh tubuh, melepaskan partikel virus ke dalam darah.

Ketika darah mengalir ke seluruh tubuh, ia membawa virus ke berbagai organ tubuh, termasuk hati, kulit, sistem saraf pusat, dan limpa.

Di kulit, virus campak menyebabkan peradangan pada pembuluh kapiler. Hal ini menimbulkan ciri khas ruam campak.

Diperlukan waktu enam hingga 21 hari untuk timbulnya gejala campak setelah terinfeksi.

Pengidapnya dapat menularkan penyakit ini sekitar empat hari, sebelum timbulnya ruam hingga sekitar empat hari setelah ruam muncul. 

 

Faktor Risiko Campak

Umumnya, kondisi ini lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun.

Namun, siapapun bisa terinfeksi virusnya. Seseorang juga semakin rentan untuk terkena campak bila belum pernah terkena penyakit tersebut atau belum mendapatkan vaksinasi.

Berikut ini beberapa faktor risiko campak pada anak dan orang dewasa:

1. Belum mendapatkan vaksinasi 

Kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini bila belum menerima vaksin campak.

2. Bepergian ke luar negeri

Bila kamu bepergian ke Negara berkembang, di mana kondisi ini sering terjadi, kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut.

3. Kekurangan vitamin A

Orang yang kurang mengonsumsi asupan vitamin A juga berisiko mengalami gejala dan komplikasi yang parah.

Gejala Campak

Gejala awal infeksi campak pada anak dan orang dewasa biasanya berupa batuk berdahak, pilek, demam tinggi dan mata merah.

Anak-anak mungkin juga memiliki bintik-bintik koplik (bintik-bintik merah kecil dengan pusat biru-putih) di dalam mulut sebelum ruam dimulai.

Ruam kemudian akan muncul 3–5 hari setelah gejala awal dimulai.

Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya, ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.

Berikut ini merupakan gejala-gejalanya, yaitu:

  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
  • Menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus, dan sakit tenggorokan.
  • Lemas dan letih.
  • Demam tinggi.
  • Sakit dan nyeri.
  • Tidak bersemangat dan kehilangan selera makan.
  • Diare atau/dan muntah-muntah.
  • Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan.

 

Seberapa menular campak?

Campak adalah salah satu penyakit paling menular. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada orang lain mulai dari 4 hari sebelum munculnya ruam hingga 4 hari setelahnya.

Tingkat penularan yang tinggi ini membuat campak mudah menyebar di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi, seperti sekolah atau fasilitas penitipan anak.

 

Campak Pantangannya Apa Saja?

Ketika seseorang terserang campak, ada beberapa pantangan atau hal yang sebaiknya dihindari untuk mencegah penularan lebih lanjut dan mendukung proses pemulihan. Mengingat campak sangat menular, langkah-langkah pencegahan penyebaran virus menjadi prioritas utama. Berikut adalah beberapa pantangan penting:

1. Menghindari Kerumunan dan Kontak Dekat

Individu yang terinfeksi campak sangat dianjurkan untuk tidak berada di kerumunan atau melakukan kontak dekat dengan orang lain. Virus campak menyebar dengan sangat mudah melalui udara. Oleh karena itu, batasi keluar rumah dan hindari interaksi sosial sampai masa penularan virus berakhir, yaitu sekitar empat hari setelah ruam muncul. Langkah ini krusial untuk mencegah penyebaran virus ke komunitas.

2. Menjaga Jarak dengan Kelompok Rentan

Pantangan penting lainnya adalah menghindari kontak dengan individu yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius akibat campak. Kelompok rentan ini meliputi bayi yang belum divaksinasi, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya penderita HIV/AIDS, pasien kemoterapi), dan ibu hamil. Penularan campak pada kelompok ini dapat memicu dampak kesehatan yang jauh lebih parah.

3. Membatasi Konsumsi Makanan Sulit Dicerna

Selama sakit, sistem pencernaan mungkin lebih sensitif. “Hindari makanan seperti gorengan, makanan berminyak, makanan cepat saji (junk food), serta makanan yang terlalu asam atau pedas,” ungkap beberapa ahli. Jenis makanan ini dapat mengiritasi tenggorokan yang mungkin sudah sakit akibat batuk, dan membebani saluran pencernaan yang sedang berusaha pulih. Pilih makanan yang lembut dan mudah dicerna untuk meringankan kerja tubuh.

4. Tidak Melakukan Aktivitas Fisik Berat

Tubuh membutuhkan banyak energi untuk melawan infeksi virus campak. Oleh karena itu, melakukan aktivitas fisik yang berat atau melelahkan sangat tidak dianjurkan. Istirahat yang cukup adalah kunci utama untuk membantu sistem kekebalan tubuh bekerja secara optimal dalam memerangi virus dan mempercepat proses pemulihan.

5. Menjauhi Sekolah atau Tempat Umum

Penderita campak tidak boleh pergi ke sekolah, kantor, atau tempat umum lainnya sampai masa penularannya berakhir. Seperti yang disebutkan sebelumnya, masa penularan campak biasanya berlangsung hingga empat hari setelah ruam pertama kali muncul. Kepatuhan terhadap pantangan ini sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat luas dan menghentikan rantai penularan.

Hal-Hal yang Dianjurkan Saat Terkena Campak untuk Pemulihan Optimal

Selain pantangan, ada beberapa hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan ketika seseorang atau anak sedang sakit campak:

1. Isolasi Diri di Rumah sampai Fase Menular Selesai

Pastikan penderita campak tetap di rumah untuk mencegah penularan kepada orang lain. Isolasi diri adalah langkah paling efektif untuk memutus rantai penyebaran virus campak.

2. Pentingnya Asupan Cairan dan Istirahat Cukup

Minum banyak air dan cairan lainnya (seperti jus buah, sup, oralit) sangat penting untuk mencegah dehidrasi, terutama jika penderita mengalami demam tinggi. Istirahat yang cukup juga krusial agar tubuh dapat fokus melawan infeksi.

3. Nutrisi Seimbang dan Kebersihan Diri

Konsumsi makanan bergizi seimbang dan mudah dicerna untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Jaga kebersihan tangan secara rutin dan bersihkan permukaan yang sering disentuh di rumah untuk meminimalkan penyebaran kuman lain.

Diagnosis Campak

Diagnosis campak biasanya ditegakkan berdasarkan gejala klinis, terutama ruam khas dan gejala penyerta lainnya. Dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat vaksinasi.

Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan tes laboratorium, seperti:

  • Tes darah: Untuk mendeteksi antibodi terhadap virus campak.
  • Usap tenggorokan atau hidung: Untuk mengidentifikasi virus campak.

Pengobatan Campak

Oleh karena disebabkan oleh virus, jadi tidak ada pengobatan medis khusus untuk kondisi ini. Penyakit tersebut bisa sembuh dengan sendirinya.

Untuk meredakan gejalanya, berikut perawatan yang bisa dilakukan:

  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.
  • Banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masih sensitif terhadap cahaya.
  • Minum obat penurun demam dan obat pereda sakit serta nyeri.

 

Pencegahan Campak

Campak juga dikenal dengan rubeola. Saat ini telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini.

Vaksin untuk penyakit ini termasuk dalam bagian dari vaksin MMR. Vaksinasi MMR adalah vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan rubella.

Vaksinasi MMR diberikan dua kali.

Pertama, diberikan ketika Si Kecil berusia 15 bulan dan dosis vaksin MMR berikutnya diberikan saat mereka berusia 5–6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar.

Vaksin memiliki fungsi yang cukup penting dalam mencegah campak.

Bagaimana cara kerja vaksin campak? Saat kamu mendapatkan vaksin campak, sistem kekebalan akan membuat antibodi pelindung terhadap virus vaksin yang dilemahkan.

Dengan begitu, jika suatu saat kamu terinfeksi virus penyebab campak, sistem kekebalan tubuh dapat melawan serangan virus tersebut. 

 

Vaksin Campak Sebagai Langkah Pencegahan Utama

Vaksin campak adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini. Vaksin campak biasanya diberikan sebagai bagian dari vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) atau vaksin MR (Measles, Rubella).

Jadwal vaksinasi campak yang direkomendasikan di Indonesia adalah:

  • Usia 9 bulan: Vaksin MR dosis pertama.
  • Usia 18 bulan: Vaksin MMR dosis kedua.
  • Usia 5–7 tahun: Vaksin MMR booster.

Vaksin campak sangat aman dan efektif. Efek samping yang mungkin terjadi biasanya ringan, seperti demam ringan atau ruam kecil di tempat suntikan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala campak, terutama jika:

  • Kesulitan bernapas atau napas cepat
  • Nyeri dada
  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun atau kembali naik setelah beberapa hari
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran atau kebingungan
  • Sakit kepala parah dan leher kaku
  • Diare parah atau muntah terus-menerus
  • Tanda-tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil atau mulut kering
 

 

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018