Campak adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Gejala penyakit campak, yaitu ruam kulit di seluruh tubuh dan gejala seperti flu.
Penyakit campak disebabkan oleh virus yang dapat menular dari percikan air liur. Umumnya gejala muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah tubuh terpapar virus tersebut.
Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak dan bisa berakibat fatal. Namun, penyakit campak pada anak dan orang dewasa bisa dicegah dengan mendapatkan vaksin.
Campak pada bayi dan anak-anak bisa disebabkan oleh virus rubeola. Penyakit ini menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang mengidap virus tersebut atau melalui tetesan di udara.
Virus campak diklasifikasikan sebagai anggota genus Morbillivirus dalam keluarga Paramyxoviridae. Manusia adalah satu-satunya inang alami virus campak.
Virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, atau mata.
Sesampainya di sana, kemungkinan besar ia memasuki paru-paru, lalu menginfeksi sel kekebalan.
Sel-sel ini berpindah ke kelenjar getah bening, tempat virus berpindah ke sel lain kemudian menyebar ke seluruh tubuh, melepaskan partikel virus ke dalam darah.
Ketika darah mengalir ke seluruh tubuh, ia membawa virus ke berbagai organ tubuh, termasuk hati, kulit, sistem saraf pusat, dan limpa.
Di kulit, virus campak menyebabkan peradangan pada pembuluh kapiler. Hal ini menimbulkan ciri khas ruam campak.
Diperlukan waktu enam hingga 21 hari untuk timbulnya gejala campak setelah terinfeksi.
Pengidapnya dapat menularkan penyakit ini sekitar empat hari, sebelum timbulnya ruam hingga sekitar empat hari setelah ruam muncul.
Umumnya, kondisi ini lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun.
Namun, siapapun bisa terinfeksi virusnya. Seseorang juga semakin rentan untuk terkena campak bila belum pernah terkena penyakit tersebut atau belum mendapatkan vaksinasi.
Berikut ini beberapa faktor risiko campak pada anak dan orang dewasa:
Kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini bila belum menerima vaksin campak.
Bila kamu bepergian ke Negara berkembang, di mana kondisi ini sering terjadi, kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut.
Orang yang kurang mengonsumsi asupan vitamin A juga berisiko mengalami gejala dan komplikasi yang parah.
Gejala awal infeksi campak pada anak dan orang dewasa biasanya berupa batuk berdahak, pilek, demam tinggi dan mata merah.
Anak-anak mungkin juga memiliki bintik-bintik koplik (bintik-bintik merah kecil dengan pusat biru-putih) di dalam mulut sebelum ruam dimulai.
Ruam kemudian akan muncul 3–5 hari setelah gejala awal dimulai.
Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya, ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.
Berikut ini merupakan gejala-gejalanya, yaitu:
Campak adalah salah satu penyakit paling menular. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada orang lain mulai dari 4 hari sebelum munculnya ruam hingga 4 hari setelahnya.
Tingkat penularan yang tinggi ini membuat campak mudah menyebar di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi, seperti sekolah atau fasilitas penitipan anak.
Ketika seseorang terserang campak, ada beberapa pantangan atau hal yang sebaiknya dihindari untuk mencegah penularan lebih lanjut dan mendukung proses pemulihan. Mengingat campak sangat menular, langkah-langkah pencegahan penyebaran virus menjadi prioritas utama. Berikut adalah beberapa pantangan penting:
Individu yang terinfeksi campak sangat dianjurkan untuk tidak berada di kerumunan atau melakukan kontak dekat dengan orang lain. Virus campak menyebar dengan sangat mudah melalui udara. Oleh karena itu, batasi keluar rumah dan hindari interaksi sosial sampai masa penularan virus berakhir, yaitu sekitar empat hari setelah ruam muncul. Langkah ini krusial untuk mencegah penyebaran virus ke komunitas.
Pantangan penting lainnya adalah menghindari kontak dengan individu yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius akibat campak. Kelompok rentan ini meliputi bayi yang belum divaksinasi, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya penderita HIV/AIDS, pasien kemoterapi), dan ibu hamil. Penularan campak pada kelompok ini dapat memicu dampak kesehatan yang jauh lebih parah.
Selama sakit, sistem pencernaan mungkin lebih sensitif. “Hindari makanan seperti gorengan, makanan berminyak, makanan cepat saji (junk food), serta makanan yang terlalu asam atau pedas,” ungkap beberapa ahli. Jenis makanan ini dapat mengiritasi tenggorokan yang mungkin sudah sakit akibat batuk, dan membebani saluran pencernaan yang sedang berusaha pulih. Pilih makanan yang lembut dan mudah dicerna untuk meringankan kerja tubuh.
Tubuh membutuhkan banyak energi untuk melawan infeksi virus campak. Oleh karena itu, melakukan aktivitas fisik yang berat atau melelahkan sangat tidak dianjurkan. Istirahat yang cukup adalah kunci utama untuk membantu sistem kekebalan tubuh bekerja secara optimal dalam memerangi virus dan mempercepat proses pemulihan.
Penderita campak tidak boleh pergi ke sekolah, kantor, atau tempat umum lainnya sampai masa penularannya berakhir. Seperti yang disebutkan sebelumnya, masa penularan campak biasanya berlangsung hingga empat hari setelah ruam pertama kali muncul. Kepatuhan terhadap pantangan ini sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat luas dan menghentikan rantai penularan.
Selain pantangan, ada beberapa hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan ketika seseorang atau anak sedang sakit campak:
Pastikan penderita campak tetap di rumah untuk mencegah penularan kepada orang lain. Isolasi diri adalah langkah paling efektif untuk memutus rantai penyebaran virus campak.
Minum banyak air dan cairan lainnya (seperti jus buah, sup, oralit) sangat penting untuk mencegah dehidrasi, terutama jika penderita mengalami demam tinggi. Istirahat yang cukup juga krusial agar tubuh dapat fokus melawan infeksi.
Konsumsi makanan bergizi seimbang dan mudah dicerna untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Jaga kebersihan tangan secara rutin dan bersihkan permukaan yang sering disentuh di rumah untuk meminimalkan penyebaran kuman lain.
Diagnosis campak biasanya ditegakkan berdasarkan gejala klinis, terutama ruam khas dan gejala penyerta lainnya. Dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat vaksinasi.
Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan tes laboratorium, seperti:
Oleh karena disebabkan oleh virus, jadi tidak ada pengobatan medis khusus untuk kondisi ini. Penyakit tersebut bisa sembuh dengan sendirinya.
Untuk meredakan gejalanya, berikut perawatan yang bisa dilakukan:
Campak juga dikenal dengan rubeola. Saat ini telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini.
Vaksin untuk penyakit ini termasuk dalam bagian dari vaksin MMR. Vaksinasi MMR adalah vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan rubella.
Vaksinasi MMR diberikan dua kali.
Pertama, diberikan ketika Si Kecil berusia 15 bulan dan dosis vaksin MMR berikutnya diberikan saat mereka berusia 5–6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar.
Vaksin memiliki fungsi yang cukup penting dalam mencegah campak.
Bagaimana cara kerja vaksin campak? Saat kamu mendapatkan vaksin campak, sistem kekebalan akan membuat antibodi pelindung terhadap virus vaksin yang dilemahkan.
Dengan begitu, jika suatu saat kamu terinfeksi virus penyebab campak, sistem kekebalan tubuh dapat melawan serangan virus tersebut.
Vaksin campak adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini. Vaksin campak biasanya diberikan sebagai bagian dari vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) atau vaksin MR (Measles, Rubella).
Jadwal vaksinasi campak yang direkomendasikan di Indonesia adalah:
Vaksin campak sangat aman dan efektif. Efek samping yang mungkin terjadi biasanya ringan, seperti demam ringan atau ruam kecil di tempat suntikan.
Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala campak, terutama jika: