Kegiatan Screening Talasemia di Kelurahan Ngadirgo Kec. Mijen Semarang
Ditulis 2025-12-30 19:48:00
Kegiatan skrining talasemia adalah upaya deteksi dini pembawa sifat genetik talasemia melalui tes darah sederhana, terutama penting sebelum menikah, pada anak, dan saat kehamilan, untuk mencegah kelahiran anak talasemia mayor, melibatkan tes seperti Darah Lengkap (CBC), MCV/MCH, dan Elektroforesis Hemoglobin, diikuti konseling genetik jika ditemukan hasil positif, demi mewujudkan generasi sehat bebas talasemia.
Jenis Kegiatan Skrining
- Skrining Pra-Nikah: Paling krusial, untuk calon pengantin mengetahui status pembawa sifat agar bisa merencanakan keluarga dengan bijak dan menghindari risiko.
- Skrining pada Anak/Balita: Mendeteksi dini untuk penanganan komplikasi dan nutrisi, serta perencanaan keluarga di masa depan.
- Skrining Kehamilan (Antenatal): Deteksi janin berisiko melalui pemeriksaan ibu hamil, sering kali dengan ambang batas MCV < 80 fL atau MCH < 27 pg.
Langkah-Langkah Skrining
- Anamnesis & Pemeriksaan Fisik: Dokter menanyakan riwayat keluarga dan memeriksa kondisi fisik.
- Tes Darah Sederhana:
- Pemeriksaan Darah Lengkap (CBC): Melihat kadar hemoglobin (Hb), jumlah sel darah merah, serta indeks sel darah merah seperti MCV (Mean Corpuscular Volume) dan MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin).
- Pemeriksaan Morfologi Darah Tepi: Melihat bentuk sel darah merah secara mikroskopis.
- Pemeriksaan Lanjutan (Jika Perlu):
- Elektroforesis Hemoglobin (Hb Elektroforesis): Menganalisis komposisi hemoglobin untuk identifikasi lebih akurat.
- Tes Genetik: Dilakukan jika ada indikasi kuat atau untuk konfirmasi lebih lanjut.
Tujuan Utama
- Deteksi Dini: Mengetahui status "pembawa sifat" (silent carrier) sebelum menikah atau hamil.
- Pencegahan: Menghindari pernikahan antara sesama pembawa sifat untuk mencegah kelahiran talasemia mayor.
- Edukasi & Konseling: Memberikan pemahaman kepada keluarga tentang talasemia dan pilihan reproduksi yang tepat.