Kanker Serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di Indonesia. Pada tahun 2020, kanker leher rahim menduduki peringkat 2 pembiayaan tertinggi di antara site kanker lainnya (~98 M)
Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). HPV adalah virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir, termasuk leher rahim. HPV dapat ditularkan melalui kontak seksual seperti hubungan seksual vaginal, anal, atau oral, sentuhan kulit ke kulit di area genital, penggunaan alat kontrasepsi yang terinfeksi HPV, dan penularan dari Ibu ke bayinya saat persalinan.
Ada lebih dari 200 jenis HPV, tetapi hanya beberapa jenis yang dapat menyebabkan kanker serviks. Jenis HPV yang paling sering menyebabkan kanker serviks adalah jenis HPV 16 dan HPV 18.

Jenis HPV lainnya dapat menyebabkan penyakit-penyakit berikut:
Sebagian besar infeksi HPV bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker serviks yaitu HPV 16 & 18 yang bertanggung jawab atas lebih dari 70% kasus baru kanker serviks di Indonesia, sehingga penanganan yang serius dibutuhkan untuk mengurangi risiko kematian yang diakibatkan oleh kanker serviks.
Gejala Kanker Serviks Tiap Stadium

Kanker serviks dapat berkembang secara bertahap, mulai dari tahap prakanker hingga kanker stadium lanjut. Gejala kanker serviks dapat berbeda-beda, tergantung pada stadium kankernya.
Pada stadium pra-kanker, biasanya tidak ada gejala yang muncul. Namun, beberapa wanita mungkin mengalami gejala-gejala berikut:
Pada stadium lanjut, kanker serviks dapat menyebabkan gejala-gejala berikut:

Pemeriksaan HPV DNA adalah prosedur tes berbasis molekuler yang bertujuan untuk mencari atau mengetahui adanya tanda-tanda infeksi HPV. Pemeriksaan ini diutamakan untuk mendeteksi jenis (strain) dari Human Papillomavirus (HPV) yang berisiko tinggi (high-risk strains of HPV) menimbulkan kanker serviks.
Pemeriksaan HPV DNA dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim (serviks). Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk diketahui apakah terdapat materi genetik (DNA) dari HPV di dalam sel serviks.
Indikasi Pemeriksaan HPV DNA

Indikasi Pemeriksaan HPV DNA :
Selain itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari selama 24 jam sebelum pemeriksaan HPV DNA, yaitu:

*Info: Pemeriksaan HPV DNA bisa dilakukan di Puskesmas Ngemplak Simongan setiap hari Sabtu, Senin dan Selasa.
Ayo Segera periksakan Kesehatan Anda ke Puskesmas. Dapatkan fasilitas pemeriksaan HPV DNA secara GRATIS, Jangan sampai Kehabisan Ya!!
#dkksemarang #pemerintahkotasemarang #semarangpemkot #puskesmasngemplaksimongan #statusgizi
@abdulhakam.semarang @dianaekaratnasari @dkksemarang
Follow and contact us at:
Instagram: @pkm_ngemplaksmg
FaceBook: Pkm Ngemplaksimongan
E-Mail: pusk_ngemplak@yahoo.com
Telpone: (024) 7610212
WhatsApp (PUSTAKA) : 082374607676
Alamat: Jl Srinindito IV RT 08 RW 01
Motto: "Kami Melayani dengan SMART (Solid, Mandiri, Akuntabel, Responsif, dan Tertib) "
Posted & Editor by Admin o4
Author by Vera Yudhiana