1

Bahaya Hipertensi, Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi

Ditulis 2024-09-11 21:46:22

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan 90-95% kasus didominasi oleh hipertensi esensial. Di Indonesia, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan studi kohor penyakit tidak menular (PTM) 2011-2021, hipertensi merupakan faktor risiko tertinggi penyebab kematian keempat dengan persentase 10,2%.

    Data SKI 2023 menunjukkan bahwa 59,1% penyebab disabilitas (melihat, mendengar, berjalan) pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit yang didapat, di mana 53,5% penyakit tersebut adalah PTM, terutama hipertensi (22,2%).

    Perilaku masyarakat yang dapat meningkatkan faktor risiko hipertensi adalah merokok, aktivitas fisik kurang, kurangnya makan sayur dan buah, serta mengonsumsi makanan asin.

    “Proporsi penderita hipertensi umur 18-59 tahun yang melakukan aktivitas fisik kurang 1,9 kali lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi yang melakukan aktivitas fisik cukup.

    Proporsi penderita hipertensi umur 18-59 tahun dengan obesitas sentral atau yakni kondisi kelebihan lemak pada perut 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi yang tidak obesitas sentral. Sementara itu, proporsi penderita hipertensi umur di atas 60 tahun dengan obesitas sentral sama dengan penderita hipertensi yang tidak obesitas sentral.

 

Hipertensi dapat diturunkan dengan perilaku hidup sehat dengan ‘PATUH’, yakni:

  • Periksa kesehatan secara rutin dan ikut anjuran dokter,

  • Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur,

  • Tetap diet dengan gizi seimbang,

  • Upayakan aktivitas fisik dengan aman,

  • Hindari asap rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya.

    “Ada begitu banyak pilihan-pilihan obat, begitu banyaknya obat-obatan, sehingga harus sudah tahu persis bagaimana mekanisme kerjanya, dipakai untuk siapa, dan harus digunakan dengan cara yang baik dan benar.

    Untuk menurunkan hipertensi dan mencegah penyakit tidak menular lainnya, terapkan perilaku ‘CERDIK’, yakni:

  • Cek kesehatan secara rutin,
  • Enyahkan asap rokok,
  • Rajin aktivitas fisik,
  • Diet Seimbang,
  • Istirahat cukup,
  • Kelola stress.

    Peran Puskesmas dalam pengendalian hipertensi adalah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang faktor risiko hipertensi. Selain itu, puskesmas juga mengsosialisasikan pentingnya gaya hidup sehat, deteksi dini, penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, termasuk layanan diagnosis dan tata laksana/protokol serta pengobatan penyakit hipertensi agar hiperetensi terkendali.

    Puskesmas juga berfokus pada pengembangan SDM, melakukan integrasi terhadap semua sistem/aplikasi dalam SATU SEHAT, pemberdayaan masyarakat.


#dkksemarang #pemerintahkotasemarang #semarangpemkot #puskesmasngemplaksimongan #statusgizi

@abdulhakam.semarang @dianaekaratnasari @dkksemarang

Follow and contact us at:
Instagram: @pkm_ngemplaksmg
FaceBook: Pkm Ngemplaksimongan
E-Mail: pusk_ngemplak@yahoo.com
Telpone: (024) 7610212
WhatsApp (PUSTAKA) : 082374607676
Alamat: Jl Srinindito IV RT 08 RW 01

Motto: "Kami Melayani dengan SMART (Solid, Mandiri, Akuntabel, Responsif, dan Tertib) "

 

Posted & Editor by Admin o4

Author by Fujiyanti

 

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018