1

Hari Osteoporosis Sedunia - 20 Oktober 2024

Ditulis 2024-10-23 16:27:51

    Hari Osteoporosis Sedunia 2024 mengusung tema "Katakan Tidak Pada Tulang Rapuh". Hari Osteoporosis Sedunia diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tulang serta pentingnya pencegahan osteoporis. Osteoporosis adalah penyakit ketika kepadatan tulang secara perlahan berkurang, sehingga tulang menjadi lemah dan rentan akan fraktur (patah tulang). Tulang adalah jaringan hidup yang terus-menerus terpecah dan berganti. Perlu kamu ketahui, osteoporosis terjadi ketika pembentukan tulang baru tidak mengikuti hilangnya tulang yang lama.Penyakit tulang ini paling sering menyebabkan fraktur di panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

    Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, kondisi ini bisa terklasifikasi menjadi dua, yaitu:

  • Osteoporosis primer. Jenis ini terjadi pada wanita pascamenopause dan wanita atau pria berusia lanjut. Adapun osteoporosis primer terjadi akibat penurunan hormon estrogen pada usia lanjut atau setelah menopause yang memicu pengeroposan tulang.
  • Osteoporosis sekunder. Penyebab osteoporosis jenis ini adalah penyakit atau kelainan tertentu, akibat tindakan operasi, atau pemberian obat.

    Tulang mengalami proses pembaruan secara konstan. Tulang baru dibuat dan tulang lama dihancurkan. Ketika masih muda, tubuh bisa membuat tulang baru lebih cepat daripada memecah tulang tua dan massa tulang meningkat. Setelah awal usia 20-an, proses tersebut melambat, dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulang pada usia 30 tahun. Seiring bertambahnya usia, massa tulang hilang lebih cepat daripada pembentukannya. Risiko osteoporosis sebagian bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang pengidapnya miliki saat muda. Semakin tinggi massa tulang puncak, semakin banyak tulang yang ‘tersimpan’, akan semakin kecil pula kemungkinan terkena kondisi kesehatan ini.

  Ada banyak faktor risiko dari kondisi ini. Beberapa bisa dimodifikasi dan sebagian lainnya tidak dapat pengidapnya modifikasi. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi:

  • Hormon seks. Kadar estrogen yang rendah berkaitan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, maupun menopause dapat menyebabkan osteoporosis pada perempuan. Sedangkan pada laki-laki, kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan penyakit tulang ini. 
  • Anoreksia nervosa. Pada anoreksia nervosa, tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang seharusnya. Akibatnya tubuh mengalami kekurangan komponen yang bermanfaat untuk menjaga kepadatan tulang.
  • Defisiensi asupan tertentu. Kurangnya kalsium dan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh.
  • Faktor risiko lain yang dapat dimodifikasi. Contohnya seperti penggunaan obat-obatan tertentu, kurangnya aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol

Sementara itu, faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah:

  • Jenis kelamin. Perempuan lebih rentan mengalami osteoporosis daripada pria. Jika kamu ingin mengetahui mengapa wanita lebih rentan terkena penyakit ini, kamu bisa membaca artikel: Alasan Wanita Menopause Rentan Alami Osteoporosis
  • Usia. Sebagai penyakit degeneratif, penyakit ini menyerang individu dengan usia lanjut sekitar 40 tahun ke atas.
  • Ras. Perempuan dengan etnis Kaukasia dan Asia memiliki risiko paling tinggi daripada perempuan Hispanik dan kulit hitam.
  • Riwayat keluarga. Adanya kerabat yang mengidap osteoporosis dapat meningkatkan risiko seseorang. 

    Osteoporosis memiliki istilah sebagai penyakit sunyi atau silent disease, sebab pengidap tidak merasakan gejala apapun pada tahap awal penyakit. Namun, begitu tulang melemah karena osteoporosis, berikut gejala yang bisa pengidapnya alami:

  • Sakit punggung, akibat tulang belakang yang patah atau kolaps.
  • Menurunnya tinggi badan dari waktu ke waktu.
  • Postur bungkuk. Namun, postur bungkuk tak hanya mengindikasikan osteoporosis. Sebab, kondisi ini juga dapat menjadi gejala kifosis. Untuk informasi lebih lengkap, kamu bisa membaca artikel: Postur Tubuh Bungkuk, Waspada Gejala Kifosis.
  • Tulang mudah patah.

 Pencegahan Osteoporosis dengan:

  • Lakukan diet seimbang, mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D.
  • Hindari rokok dan minuman beralkohol, serta kafein berlebih
  • Beraktivitas dan latihan disik secara rutin dan teratur.
  • Cukup paparan sinar matahari (vitamin D).
  • Mengkonsumsi susu dan kacang - kacangan.


#dkksemarang #pemerintahkotasemarang #semarangpemkot #puskesmasngemplaksimongan 

@abdulhakam.semarang @dianaekaratnasari @dkksemarang

Follow and contact us at:
Instagram: @pkm_ngemplaksmg
FaceBook: Pkm Ngemplaksimongan
E-Mail: pusk_ngemplak@yahoo.com
Telpone: (024) 7610212
WhatsApp (PUSTAKA) : 082374607676
Alamat: Jl Srinindito IV RT 08 RW 01

Motto: "Kami Melayani dengan SMART (Solid, Mandiri, Akuntabel, Responsif, dan Tertib)"


Posted & Editor by Admin o4

Author & Design Content by Mugi Rahayu Putri

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018