1

Stunting: Ancaman Tersembunyi bagi Generasi Muda Indonesia

Ditulis 2025-05-27 21:20:23

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang ditandai tinggi badan anak lebih pendek dibanding seusianya. Dampak stunting dapat berpengaruh pada kognitif anak, anak juga beresiko terkena penyakit metabolik, serta menyebabkan lingkaran stunting.
.
Yuk, lakukan 6 Pesan Kunci berikut untuk dapat menurunkan angka stunting!
 

Apa Itu Stunting?

    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan standar usianya. Stunting dapat mulai terjadi sejak janin masih dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

 

Mengapa Stunting Berbahaya?

    Dampak stunting tidak hanya terbatas pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, dan produktivitas di masa depan. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme lainnya.

 

Penyebab Stunting

Beberapa faktor yang menyebabkan stunting antara lain:

  • Asupan gizi yang tidak mencukupi selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.

  • Pola asuh yang kurang baik, termasuk pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak.

  • Infeksi berulang pada ibu dan anak.

  • Kondisi lingkungan yang tidak mendukung, seperti sanitasi yang buruk dan akses air bersih yang terbatas.

  • Faktor sosial ekonomi, termasuk kemiskinan dan rendahnya pendidikan orang tua.

 

Situasi Stunting di Indonesia

    Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia menurun dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024.

 

Upaya Pencegahan Stunting

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting meliputi:

  • Memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan menyusui, termasuk konsumsi makanan bergizi dan suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan.

  • Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

  • Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang setelah usia enam bulan.

  • Pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan.

  • Perbaikan sanitasi dan akses air bersih untuk mencegah infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak.


#CekKesehatanGratis #dkksemarang #pemerintahkotasemarang #semarangpemkota

#puskesmasngemplaksimongan #alur #satusehatmobile

@abdulhakam.semarang @dianaekaratnasari @dkksemarang @kemenkes_ri

@dinkesjateng_prov @republikindonesia @presidenrepublikindonesia


Follow and contact us at: 

Our Link Tree : uptdp14
Instagram: @pkm_ngemplaksmg
FaceBook: Pkm Ngemplaksimongan
E-Mail: pusk_ngemplak@yahoo.com
Telpone: (024) 7610212
WhatsApp (PUSTAKA) : 082374607676
Alamat: Jl Srinindito IV RT 08 RW 01

Motto: "Kami Melayani dengan SMART (Solid, Mandiri, Akuntabel, Responsif, dan Tertib)"


Posted & Editor by Admin o4

Author & Design Content by Mugi Rahayu Putri

ChatGPT

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018