PEPES DORI merupakan suatu inovasi yang bertujuan untuk mempercepat penanganan kasus stunting melalui pembentukan pos nutrisi stunting yang melibatkan masyarakat di lingkungan rumah balita stunting. PEPES DORI dicetuskan berdasarkan tingginya kasus stunting di Kota Semarang. Menurut data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi kasus stunting Jawa Tengah berada di angka 27,68% sedangkan kasus stunting di kota Semarang mencapai 25,4%.
UPTD Puskesmas Ngemplak Simongan merupakan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di kecamatan Semarang Barat yang menjadi lini pertama dalam skrining status gizi balita. Berdasarkan data EPPBGM tahun 2020, masih ditemukan 39 kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurang optimalnya program penurunan kasus stunting, riwayat penyakit infeksi yang berulang disertai rendahnya ekonomi dan tingkat pengetahuan masyarakat terkait stunting.
Inovasi ini memiliki keunikan dibandingkan dengan inovasi lain terkait penurunan kasus stunting di Kota Semarang yakni adanya kerjasama dengan pihak Rumah Sakit setempat untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan balita stunting. Inovasi PEPES DORI mengintervensi langsung balita stunting melalui pemberian makanan tambahan dan pemantauan oleh dokter spesialis anak bersama dengan petugas gizi Puskesmas dan orang tua asuh balita stunting. Maka dari itu, PEPES DORI mengoptimalkan kolaborasi lintas sektoral yaitu masyarakat setempat, kader kesehatan, instansi kelurahan, CSR dan Rumah Sakit di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Simongan.