.jpg)
Leptospirosis termasuk penyakit menular zoonosis yang disebabkan oleh Bakteri Leptospira. Kejadian leptospirosis dapat meningkat pada saat curah hujan yang tinggi dan lingkungan yang banyak genangan air, seperti Kota Semarang.Keberadaan tikus merupakan faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap kejadian leptospirosis di Kota Semarang. Sebagai upaya pencegahan leptospirosis adalah dengan mengendalikan populasi tikus disekitar rumah. penanganan tikus yang salah dapat menjadi faktor risiko penularan leptospirosis. Salah satu bentuk kegiatan pengendalian Tikus adalah dengan Operasi Tangkat Tikus ( OTT ) yang dilakukan di wilayah RW 2 Kelurahan Sumurboto.
Kegiatan ini diawali dengan koordinasi dengan pemangku wilayah. Kemudian Rumah Tangga sasaran melakukan pemasangan " life trap" tikus ( jebakan tikus hidup ). Setelah diperoleh tikus, dilakukan penanganan tikus dengan cara :
1. Memasukkan tikus beserta life trap di Bak yang telah berisi Air,
2. gali tanah dengan kedalaman 30 - 50 cm,
3. Masukkan tikus yang telah mati (terendam ) tadi ke dalam tanah kemudia kubur dengan rapat,
4. Masukkan Cairan yg mengandung klorin dalam air rendaman tikus dan aduk dengan batang kayu ( tidak terpakai ),
5. Buang Air ke tempat yang langsung terkena sinar matahari,
6. Cuci Bak dengan Sabun. Sebelum melakukan penanganan tikus pastikan menggunakan APD minimal ( alas kaki, dan sarung tangan / plastik bersih untuk membungkus tangan).
Hindari membuang Tikus di jalan, karena dapat berisiko menjadi sumber penularan leptospirosis.