Upaya pencegahan dan penanggulangan masalah gizi, khususnya pada balita dan kelompok rentan, memerlukan peran aktif berbagai pihak. Salah satu program yang berperan penting adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan berbahan pangan lokal. Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, dilaksanakan kegiatan pembekalan dan evaluasi pelaksanaan PMT Pemulihan yang melibatkan kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Pelatihan ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Pegandan pada tanggal 3 Februari 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pelaksanaan PMT Pemulihan
- Melakukan evaluasi pelaksanaan PMT yang telah berjalan
- Mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai bahan PMT yang bergizi, aman, dan terjangkau
Kegiatan pembekalan dan evaluasi diawali dengan penyampaian materi terkait konsep PMT Pemulihan, sasaran program, prinsip gizi seimbang, serta pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PMT sebelumnya, meliputi ketepatan sasaran, variasi menu, serta kendala yang dihadapi di lapangan.
Para kader posyandu mengikuti kegiatan dengan aktif, berdiskusi, dan berbagi pengalaman terkait pelaksanaan PMT di wilayah masing-masing. Evaluasi ini menjadi sarana penting untuk perbaikan dan peningkatan kualitas program ke depannya.
Sebagai bagian dari kegiatan, kader posyandu juga mendapatkan pelatihan praktik pembuatan PMT berbahan pangan lokal, yaitu PMT bola-bola ayam. Menu ini dipilih karena mengandung sumber protein hewani yang baik, mudah dibuat, serta disukai oleh anak-anak.
Dalam sesi praktik, kader dilatih mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan yang higienis, hingga penyajian yang menarik dan sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Kegiatan ini bertujuan agar kader mampu mengaplikasikan langsung pengetahuan yang diperoleh saat melaksanakan PMT Pemulihan di posyandu.
Kegiatan pembekalan dan evaluasi pelaksanaan PMT Pemulihan berbahan pangan lokal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam melaksanakan program gizi secara lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan keterampilan yang dimiliki, kader diharapkan mampu menyediakan PMT yang bergizi, aman, dan berbasis pangan lokal, sehingga dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan masalah gizi di masyarakat.