1

KEGIATAN LOKAKARYA MINI LINTAS SEKTORAL KECAMATAN BANYUMANIK TRIWULAN III TAHUN 2024

Ditulis 2024-10-22 13:50:51

Semarang – 28 Agustus 2024 Kegiatan yang dilaksanakan per triwulan ini diikuti 3 Puskesmas lainnya selain Puskesmas Pudakpayung, yaitu Puskesmas Padangsari, Puskesmas Srondol dan Puskesmas Ngesrep. Kegiatan Lokarkarya Mini Lintas Sektor (Lokmin Linsek) Tingkat Kecamatan Banyumanik memiliki tujuan salah satunya adalah meningkatkan peran serta lintas sektor dalam mengatasi masalah kesehatan di seluruh kelurahan wilayah Kecamatan Banyumanik. Kegiatan pada Hari Rabu, 28 Agustus tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Banyumanik, dihadiri oleh berbagai elemen kelembagaan di wilayah Kecamatan Banyumanik, mulai dari Kapolsek Banyumanik, sampai dengan PLKB se-Kecamatan Banyumanik.     

Rapat dibuka oleh Camat Banyumanik yaitu Ibu Eka Kriswati SH, MM pukul 08.30 WIB. Dalam sambutan oleh Ibu Eka Kriswati, menyinggung untuk pendampingan TB bisa ditingkatkan kembali supaya pasien bisa rutin berobat. Selain itu, Kecamatan juga menyediakan transportasi antar jemput balita stunting ke daycare apabila Puskesmas terkendala dalam melakukan antar jemput stunting. Dan diharapkan Puskesmas bisa memberikan informasi mengenai balita stunting ke kecamatan supaya bisa secepatnya dilakukan intervensi.

Kemudian acara dilanjutkan oleh pemaparan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp. PD, FINASIM. Dalam pemaparan Kadinkes Semarang tersebut, beliau menyampaikan untuk melakukan PJN karena merupakan langkah pencegahan terbaik dari kejadian penyakit yang disebabkan oleh infeksi dengue. Selain itu, dr. Hakam menyampaikan pada seluruh lintas sektor, baik dari Puskesmas maupun jajaran lintas sektor untuk menyuskeskan kegiatan Survei Status Gizi Indonesia yang pada bulan September.Acara dilanjutkan dengan pemaparan capaian 4 Puskesmas di Kecamatan Banyumanik oleh dr. Ima Ariyani, M.K.M dari Puskesmas Srondol. Materi yang disampaikan meliputi capaian stunting, TB dan juga infeksi dengue. Total kasus stunting di Kecamatan sebanyak 46 tersebar di 11 kelurahan dalam wilayah Kecamatan Banyumanik, data merupakan akumulasi dari Januari sampai dengan Agustus. Upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi kasus stunting adalah sebagai berikut :

  • Membuat dan Memberikan PMT pada balita stunting
  • Melakukan kunjungan rumah balita stunting
  • Konseling, KIE pada balita stunting
  • Kelas Ibu Hamil
  • Kelas Ibu Balita
  • Pemantauan dan pendampingan berkala balita

Sedangkan intervensi yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Memberikan PMT pada ibu dengan bayi BBLR
  • Memberikan tablet tambah darah pada remaja putri
  • Kelas Catin
  • Skrining anemia pada remaja putri
  • Pemeriksaan ANC pada ibu hamil
  • Pemantauan pertumbuhan pada balita

Untuk tema berikutnya adalah TB, total kasus TB periode Januari-Agustus adalah sebesar 133 kasus, tersebar di 11 kelurahan dalam wilayah Kecamatan Banyumanik. Upaya yang telah dilakukan oleh puskesmas dalam menangani TBC adalah sebagai berikut :

  • Pemberian edukasi secara berkala terutama di lokasi yang terdapat pasien TB
  • Pendampingan kader dan puskesmas kepada pasien untuk tetap semangat menjalani pengobatan
  • Pendekatan dan pemberian edukasi dengan tokoh masyarakat mulai di tingkat RT / RW
  • Pemeriksaan skrining TB di kegiatan dalam/luar Gedung
  • Optimalisasi investigasi kontak pasien TBC dan pemberian terapi pencegahan

Pembahasan selanjutnya adalah capaian kasus infeksi dengue di Kecamatan Banyumanik, yaitu sebanyak 538 DD dan 25 DBD. Intervensi yang Dilakukan :

  1. Upaya oleh Puskesmas :
  • PE < 24 jam,
  • Monev SICENTIK dan Gerakan Sekolah Bebas Jentik,
  • Menambah Lokus GSRSJ dan Cakupan Jumantik Rumah,
  • Meningkatkan Cakupan RT dan RW yang melaksanakan PJN serentak 2 kali seminggu,
  • Meningkatkan Upaya penjaringan skrining baik saat PJN maupun melalui Posyandu,
  • Kerja bakti secara rutin,
  • Larvasida selektif dan fogging lokal di area penularan,
  • Rapat lintas sektor untuk membahas penanggulangan DBD,
  • Penyuluhan kepada kelompok tertentu yang sulit akses PJN,
  • Monitoring kasus di wilayah pasca banjir,
  • Pengaktifan bank sampah.
  1. Upaya oleh Masyarakat :
  • Segera lapor apabila terdapat kasus DBD di wilayahnya,
  • Menjadi juru pemantau jentik minimal di lingkungan keluarganya,
  • Terlibat aktif dalam PJN/PSN di masyarakat,
  • Mengenali tanda gejala serta menerapkan jogo tonggo terhadap waspada penyakit DBD,
  • Menerapkan 3M plus dan mensosialisasikannya kepada warga sekitar,
  • Terlibat aktif dalam rapat lintas sektor pembahasan penanggulangan DBD,
  • Kerja bakti secara rutin,
  • Melaporkan hasil PJN dan PSN di sistem TUNGGAL DARA,
  • Pengaktifan bank sampah.

Beberapa Inovasi Penanggulangan Demam Berdarah yaitu antara lain :

Pelaporan di Sistem TUNGGAL DARA, SEMAR GREGET, SICENTIK dan Wolbachia ing Kota Semarang

Acara Lokmin Linsek kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan kemudian ditutup dengan penggalangan komitmen bersama lintas sektor untuk meningkatkan kerja tim di kalangan lintas sektoral, sekaligus forum untuk upaya dalam meningkatkan kesehatan. (AF)

 

 

 

 

 

 

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018