
Semarang - FRAMBUSIA atau dalam bahasa daerah lainnya patek, puru, buba, pian, parangi, ambalo adalah penyakit menular langsung antar manusia yang disebabkan oleh infeksi kronis bakteri Treponema Pertenue yang hidup di daerah tropis dan pada umumnya terlihat sebagai lesi pada kulit serta dapat menyebabkan cacat pada tulang.
Penanggulangan Frambusia adalah upaya kesehatan yang ditujukan untuk memutus mata rantai penularan serta menghilangkan angka kesakitan dan kecacatan.
Frambusia merupakan penyakit tropis yang termasuk ke dalam kelompok penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases). Bakteri Frambusia berbentuk spiral dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop lapangan gelap menggunakan metode fluoresensi. Penularannya melalui lalat atau melalui kontak langsung dari cairan luka penderita ke orang yang mempunyai kulit yang luka atau tidak utuh.
Eradikasi Frambusia adalah upaya pembasmian yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menghilangkan Frambusia secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat secara nasional. Salah satu kegiatan untuk mendukung eradikasi frambusia yaitu dengan melakukan skrining frambusia.
Puskesmas Pudakpayung melakukan deteksi dini penyakit frambusia pada anak yang berada di Panti Asuhan Manarul Mabrur dengan tujuan menekan angka penularan penyakit frambusia apabila terdeteksi kasus baru. Skrining frambusia di Panti Asuhan Manarul Mabrur dengan hasil: Jumlah anak yang dilakukan skrining sebanyak 12 anak dan diperiksa dilakukan tes RDT sifilis didapatkan hasil dari 12 yaitu non reaktif (NR). (IA)