
SEMARANG - Pada masa remaja, banyak terjadi perubahan biologis, psikologis maupun sosial. Tetapi umumnya proses pematangan fisik terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan (psikososial). Beberapa jenis gangguan jiwa yang banyak terjadi pada masa remaja dapat menimbulkan kondisi negatif seperti cemas, depresi, bahkan memicu munculnya gangguan psikotik. Kesehatan jiwa remaja merupakan hal penting dalam menentukan kualitas bangsa.
Skrining Kesehatan Mental adalah proses singkat dan peka budaya yang dirancang untuk mengidentifikasi kelompok anak-anak dan remaja yang mungkin berisiko mengalami gangguan kesehatan mental, memerlukan perhatian segera, intervensi atau rujukan untuk penilaian diagnostik. Tujuan utama screening adalah untuk mengidentifikasi masalah kesehatan mental, menggunakan alat screening yang valid dan andal, dan apakah masalah tersebut memerlukan penilaian lebih lanjut atau tidak.
Dalam upaya melakukan penanganan pada siswa di sekolah, diperlukan alat/instrumen untuk melakukan deteksi awal masalah yang dialami siswa. Salah satu instrumen yang dapat digunakan bagi siswa SMP adalah SDQ. SDQ merupakan sebuah instrumen yang digunakan untuk mendeteksi masalah emosi dan perilaku siswa SMP. UPTD Puskesmas Pudakpayung, Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan kegiatan skrining di SMP Negeri 26 Semarang, SMPIT Multazam, SMPIT Insan Madani pada bulan September 2024. (AY)