1

Cegah Penularan Setempat, Petugas Puskesmas Pudakpayung Lakukan Penyelidikan Epidemiologi DBD

Ditulis 2024-10-31 14:36:39

SEMARANG Petugas Puskesmas Pudakpayung bersama mahasiswa PKL FKM UNDIP melakukan kunjungan ke rumah penderita DBD di Kelurahan Gedawang, setelah menerima laporan kasus DBD di wilayah kerjanya melalui Sistem Surveilans Tunggal Dara (Bersatu Tanggulangi Demam Berdarah). Dalam kunjungan ini, ternyata tidak ada keluarga penderita yang berada di rumah, sehingga wawancara dilakukan secara online melalui telepon. Petugas Puskesmas menanyakan kondisi terkini penderita dan gejala klinis yang mulanya dialami penderita, beserta riwayat perjalanan dalam 3 minggu terakhir. Penderita merupakan seorang anak TK yang sudah beberapa hari sakit demam, periksa ke Puskesmas pada Sabtu, 14 September 2024 dan akhirnya terdiagnosis infeksi dengue, menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit di Kota Semarang.
Dari hasil penyelidikan epidemiologi, ditemukan jentik nyamuk maupun nyamuk dewasa di sekitar rumah penderita. Bak mandi bekas yang ada di ruang terbuka depan rumah penderita merupakan salah satu tempat perindukan nyamuk. Selain itu, pakaian yang menggantung di teras rumah penderita juga dimungkinkan menjadi area istirahat nyamuk. Dalam sambungannya melalui telepon, petugas Puskesmas menyampaikan himbauan kepada keluarga penderita untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Petugas Puskesmas juga menjelaskan bahwa pemberantasan jentik nyamuk dan sarang nyamuk merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah kasus DBD. Pelaksanaan fogging tidak direkomendasikan karena ada nyamuk Aedes sp yang sudah resisten terhadap insektisida. Selain itu, fogging hanya membunuh atau membuat pingsan nyamuk dewasa saja, sedangkan pemberantasan jentik atau sarang nyamuk mampu memusnahkan ratusan telur nyamuk dan calon nyamuk.

Melalui kejadian ini, diharapkan masyarakat sekitar semakin gencar melakukan 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi rumah, meletakkan pakaian kotor ke dalam wadah tertutup, menggunakan lotion anti nyamuk, dll). Terlebih lagi, musim hujan sudah tiba, curah hujan yang tinggi dapat menimbulkan banyak genangan air yang berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk. Petugas Puskesmas berharap partisipasi aktif warga dalam pemberantasan jentik dan sarang nyamuk semakin meningkat di musim hujan. Kewaspadaan dan tindakan pencegahan yang tepat dapat melindungi diri dan keluarga dari ancaman DBD. (AF)

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018