1

KEGIATAN LOKAKARYA MINI LINTAS SEKTORAL KECAMATAN BANYUMANIK TRIWULAN IV

Ditulis 2024-11-25 07:26:48

SEMARANG – Kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Kecamatan Banyumanik Triwulan IV telah dilaksanakan pada Hari Senin tanggal 11 November 2024 di Aula Kecamatan Banyumanik. Kegiatan ini diikuti 3 Puskesmas lainnya selain Puskesmas Pudakpayung, yaitu Puskesmas Padangsari, Puskesmas Srondol dan Puskesmas Ngesrep. Selain puskesmas, kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai elemen kelembagaan di wilayah Kecamatan Banyumanik, mulai dari Kapolsek Banyumanik, sampai dengan PLKB se-Kecamatan Banyumanik. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan peran serta lintas sektor dalam mengatasi masalah kesehatan di seluruh kelurahan wilayah Kecamatan Banyumanik.

Rapat dibuka oleh Camat Banyumanik yaitu Ibu Eka Kriswati SH, MM pukul 08.30 WIB. Dalam sambutan disampaikan bahwa agenda lintas sektor adalah menindaklanjuti koordinasi tentang penyakit TBC pada tanggal 8 November 2024 dengan membentuk tim satgas TB. Selain itu, disampaikan pula bahwa Kecamatan Banyumanik mendapatkan mobil dari PMI untuk penanganan masalah Kesehatan pada warga kecamatan Banyumanik.

Kemudian acara dilanjutkan oleh pemaparan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp. PD, FINASIM. Dalam pemaparan Kadinkes Semarang tersebut, beliau menyampaikan bahwa Petugas puskesmas perlu melakukan edukasi. Permasalahan Kesehatan yaitu dilihat dari infrastruktur, kemudian dari perilaku individunya. Dari perilaku individu misalnya buang sampah sembarangan. Kemudian flu masih menjadi penyakit yang saat ini banyak dialami Masyarakat. Oleh karena itu perlu memakai masker supaya tidak mudah menularkan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan capaian 4 Puskesmas di Kecamatan Banyumanik oleh dr. Fina Lutfiya dari Puskesmas Ngesrep. Materi yang disampaikan meliputi capaian stunting dan TB. Total kasus stunting di Kecamatan sebanyak 89 tersebar di 11 kelurahan dalam wilayah Kecamatan Banyumanik, data merupakan akumulasi dari Januari sampai dengan Oktober. Untuk menekan kasus stunting, berikut peran puskesmas dalam Intervensi Stunting :

  • Pemberian PMT pada balita berisiko stunting
  • Kunjungan rumah pada balita stunting
  • Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada ibu balita stunting
  • Pelaksanaan kelas balita dan kelas ibu hamil
  • Pemantauan dan pendampingan pada balita stunting
  • Pemberian susu PDK pada balita stunting

Sedangkan peran lintas sektor yaitu antara lain :

  • Memberikan PMT pada balita stunting mulai bulan Desember 2024-Maret 2025
  • Pemantauan balita 2 minggu oleh kelurahan dan kader

Lalu tema berikutnya adalah TB. Total kasus TB periode Januari-Oktober 2024 adalah sebesar 200 kasus, tersebar di 11 kelurahan dalam wilayah Kecamatan Banyumanik. Upaya yang telah dilakukan oleh puskesmas dalam menangani TBC adalah sebagai berikut :

  • Kunjungan rumah dalam rangka pemantauan pasien dan juga pengecekan dahak pasien serta edukasi ke pasien.
  • Penyuluhan di dalam dan di luar Gedung
  • Pemantauan Obat
  • Skrining TB
  • Optimalisasi investigasi kontak pasien TB
  • Pemberian terapi pencegahan TB

Acara Lokmin Linsek kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan kemudian ditutup dengan penggalangan komitmen bersama lintas sektor untuk meningkatkan kerja tim di kalangan lintas sektoral, sekaligus forum untuk upaya dalam meningkatkan kesehatan. (AE)

 

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018