1

KEGIATAN IMPLEMENTASI DETEKSI DINI NAPZA PADA REMAJA DI LINGKUNGAN KECAMATAN BANYUMANIK, KOTA SEMARANG

Ditulis 2024-11-29 07:47:20

SEMARANG - Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya) merupakan salah satu permasalahan global yang sudah menjadi ancaman serius bagi seluruh bangsa di dunia. Dampak buruk dari penggunaan NAPZA sangat luas, meliputi masalah kesehatan (penularan penyakit yang berujung pada morbiditas dan mortalitas), masalah hukum serta masalah sosial. Di sektor kesehatan, upaya yang selama ini telah dilakukan meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Upaya promotif dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi sedangkan upaya preventif dilakukan melalui deteksi dini penyalahgunaan NAPZA. Upaya kuratif dan rehabilitatif dilakukan melalui layanan rehabilitasi medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang telah ditetapkan sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Salah satu upaya pencegahan masalah penyalahgunaan NAPZA  juga dapat melalui skrining atau deteksi dini dengan menggunakan instrumen yang telah terstandarisasi, yaitu menggunakan instrumen ASSIST (Alcohol, Smoking and Subtances Involvement Screening Test). ASSIST digunakan untuk mengidentifikasi perilaku penyalahgunaan NAPZA pada pasien umum yang datang di fasilitas kesehatan, dan juga digunakan untuk melakukan skrining penyalahgunaan NAPZA pada kelompok berisiko termasuk remaja maupun komunitas di masyarakat.

Hari Sabtu tanggal 2 November 2024 telah dilaksanakan Kegiatan Implementasi Deteksi Dini NAPZA pada Remaja di Lingkungan Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh remaja dari 11 kelurahan di Kecamatan Banyumanik, Karang Taruna, Kader Kesehatan, tenaga kesehatan dari 4 puskesmas di wilayah Kecamatan Banyumanik serta petugas dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Kegiatan dibuka dengan edukasi mengenai NAPZA oleh tenaga kesehatan dari puskesmas serta TB-HIV oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Setelah itu dilakukan skrining ASSIST pada remaja dan juga karang taruna. Hasil skrining menunjukkan bahwa rata-rata remaja di atas usia 18 tahun termasuk dalam kategori risiko sedang dan risiko rendah. Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama para remaja, karang taruna, petugas puskesmas dan petugas dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. 

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018