1

PELATIHAN BHD (BANTUAN HIDUP DASAR) DI PERUSAHAAN ASTRA DAIHATSU PUDAKPAYUNG

Ditulis 2024-12-23 11:11:34

SEMARANG - Keadaan henti jantung saat ini menjadi penyebab tertinggi kasus kematian di berbagai belahan dunia. Henti jantung dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan disebabkan oleh berbagai kondisi dan lingkungan yang beragam. Dalam keseharian yang penuh kesibukan mungkin kita pernah mengalami kondisi darurat saat dalam perjalanan melakukan aktivitas. Entah kecelakaan, pingsan tiba-tiba dan kondisi lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan serangkaian tindakan guna mencegah kematian yang diakibatkan oleh henti jantung. 

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam penanganan kasus kegawatdaruratan medis pada henti jantung, maka Puskesmas Pudakpayung rutin mengadakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), bekerjasama dengan berbagai kelompok sasaran secara berkelanjutan. Tanggal 7 November 2024 Puskesmas Pudakpayung memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar pada karyawan perusahaan ASTRA Daihatsu Pudakpayung.

Bantuan hidup dasar (BHD) adalah serangkaian tindakan darurat yang dirancang untuk menyelamatkan kehidupan seseorang yang mengalami kondisi medis yang mengancam nyawanya. BHD bisa digunakan dalam situasi apa saja, mulai dari serangan jantung hingga kecelakaan mobil. BHD dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak hanya oleh tenaga medis atau petugas pertolongan pertama, dan bisa membuat perbedaan besar dalam menyelamatkan hidup seseorang. Beberapa kondisi medis, seperti serangan jantung atau napas tersumbat, membutuhkan tindakan cepat dan efektif untuk memastikan korban tetap hidup hingga bantuan medis profesional tiba. Keterlambatan dalam memberikan BHD dapat berakibat fatal, dan itulah mengapa penting untuk mengetahui dan memahami tindakan yang tepat saat terjadi keadaan darurat. 

Berikut adalah beberapa informasi dasar tentang pemberian BHD :

  1. Panggil Bantuan Darurat: Langkah pertama yang perlu diambil adalah memanggil bantuan darurat atau nomor darurat setempat untuk mendapatkan bantuan medis profesional secepat mungkin.

  2. Periksa Respons: Cobalah untuk membangunkan atau memanggil korban dengan keras. Jika tidak ada respons, korban mungkin tidak sadar dan harus segera melanjutkan ke langkah berikutnya.

  3. Periksa Pernapasan: Lihat apakah korban bernapas normal. Kita dapat melakukan ini dengan meletakkan telinga di atas mulut dan hidung korban sambil memeriksa gerakan dada atau dengarkan suara napas. Jika tidak ada tanda-tanda pernapasan atau pernapasannya tidak normal, lanjutkan ke langkah berikutnya.

  4. Kompresi Dada: Jika korban tidak bernapas atau bernapas tidak normal, mulailah memberikan kompresi dada (CPR). Ini melibatkan pemijatan dada korban dengan irama yang sesuai. Dalam pedoman BHD terbaru, rasio kompresi dada-ventilasi adalah 30 kompresi dada diikuti oleh 2 ventilasi (jika sudah terlatih untuk memberikan ventilasi). Teknik CPR telah mengalami perubahan seiring waktu, jadi pastikan kita terlatih sesuai dengan pedoman terbaru.

  5. Teruskan Bantuan: Teruskan memberikan CPR sampai bantuan medis profesional tiba atau korban menunjukkan tanda-tanda kehidupan atau respons.

Dalam melakukan BHD, kecepatan tindakan dan ketepatan langkah sangat penting. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui langkah-langkah BHD dasar, sehingga dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat dan efektif dalam situasi darurat. Selain itu, pelatihan dan pengetahuan BHD juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi ketakutan saat menghadapi situasi darurat.

Penting untuk diingat bahwa BHD bukan hanya tanggung jawab orang yang memiliki pelatihan medis, tetapi juga tanggung jawab setiap orang. Setiap detik dapat membuat perbedaan dalam situasi darurat dan BHD dapat membuat perbedaan antara hidup dan mati. Oleh karena itu, mari bersama-sama belajar dan menguasai BHD untuk menyelamatkan hidup orang lain dan menjadi pahlawan dalam kehidupan orang lain.

 

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018