
SEMARANG - Indonesia menduduki peringkat ke-3 dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India (WHO 2008). Pada tahun 2007, Indonesia menduduki peringkat ke-5 konsumen rokok terbesar setelah Cina,Amerika Serikat,Rusia dan Jepang. Pada Tahun yang sama riset Kesehatan Dasar menyebutkan bahwa penduduk berumur diatas 10 Tahun yang merokok sebesar 29,2% dan angka tersebut meningkat sebesar 34,7% pada Tahun 2010 untuk kelompok umur diatas 15 tahun. Skrining perilaku merokok pada siswa di Sekolah merupakan salah satu upaya pengendalian para perokok yang menghasilkan asap rokok yang sangat berbahaya bagi kesehatan perokok aktif maupun perokok pasif. Upaya ini mendukung penetapan Kawasan Tanpa Rokok yang mana sebagai salah satu solusi menghirup udara bersih tanpa paparan asap rokok.
Hari Selasa tanggal 22 April 2025 telah dilaksanakan Kegiatan Skrining Perilaku Merokok pada remaja kelas 6 di SD Negeri 3 Pudakpayung. Kegiatan ini diikuti oleh 28 siswa. Kegiatan dibuka dengan edukasi mengenai bahaya merokok oleh tenaga kesehatan dari puskesmas. Setelah itu dilakukan skrining perilaku merokok pada remaja siswa kelas 6. Hasil skrining menunjukkan bahwa tidak ditemukan remaja yang merokok pada siswa kelas 6 di SD Negeri 3 Pudakpayung.