1

HOARDING DISORDER : KETIKA KEBIASAAN MENYIMPAN BARANG BERUBAH MENJADI GANGGUAN

Ditulis 2026-03-31 17:27:01

SEMARANG - Hoarding Disorder atau gangguan menimbun adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan kesulitan ekstrem untuk membuang atau melepaskan barang, meskipun barang tersebut sudah tidak memiliki nilai atau kegunaan. Akibatnya, barang-barang menumpuk dan memenuhi ruang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Berbeda dengan kebiasaan menyimpan barang secara wajar, pada hoarding disorder seseorang merasakan kecemasan yang kuat saat harus membuang barang. Mereka sering kali memiliki keterikatan emosional terhadap benda-benda tersebut atau merasa bahwa barang itu akan dibutuhkan di masa depan. Kondisi ini dapat menyebabkan rumah menjadi tidak layak huni, bahkan berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan.

Secara umum, hoarding disorder termasuk dalam kelompok gangguan kesehatan mental yang berkaitan dengan Gangguan Obsesif-Kompulsif, meskipun memiliki karakteristik tersendiri. Penderitanya mungkin tidak selalu memiliki pikiran obsesif seperti pada OCD, tetapi tetap mengalami dorongan kuat untuk menyimpan barang.

Dampak dari gangguan ini tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Penumpukan barang dapat meningkatkan risiko kebakaran, menjadi sarang debu dan kuman, serta memicu masalah kesehatan seperti alergi dan gangguan pernapasan. Selain itu, hubungan sosial penderita juga sering terganggu karena rasa malu atau penarikan diri dari lingkungan.

Penyebab hoarding disorder belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor yang diduga berperan antara lain pengalaman traumatis, kesulitan dalam mengambil keputusan, serta faktor genetik dan lingkungan. Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan dan dapat semakin memburuk jika tidak ditangani.

Penanganan hoarding disorder memerlukan pendekatan yang komprehensif. Terapi psikologis, seperti terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy), menjadi salah satu metode yang efektif untuk membantu penderita mengubah pola pikir dan perilaku mereka terhadap barang. Dalam beberapa kasus, penggunaan obat-obatan juga dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam proses pemulihan. Dukungan yang empatik, tanpa menghakimi, dapat membantu penderita merasa lebih nyaman untuk menjalani proses terapi. Penting untuk diingat bahwa hoarding disorder bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan kondisi kesehatan yang memerlukan pemahaman dan penanganan yang tepat.

Dengan mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan bantuan profesional, penderita hoarding disorder memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman.

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018