Hai Mas Sasro!! Kasus Leptospirosis di Kota Semarang mengalami peningkatan dibanding dengan tahun lalu. Leptsospirosis sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira Sp. melalui kencing tikus yang masuk melalui kulit lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air. Penyakit ini menimbulkan berbagai gejala klinis yang dapat menyebabkan kematian. Masa inkubasi dari Leptospirosis sendiri antara 2-30 hari.
Gejala yang mungkin dapat terjadi apabila terkena Leptospirosis yaitu demam, kekuningan pada kulit, tubuh menjadi lemah, sakit kepala, dan nyeri pada otot betis. Adapun faktor risiko penularannya yaitu tinggal/beraktivitas di wilayah banjir, wilayah pemukiman banyak ditemukan tikus, risiko dari pekerjaan seperti bertani, peternak, petugas pemotongan hewan, tentara, dsb.
Pencegahan Leptospirosis sendiri bisa dilakukan dengan cara cuci tangan dengan sabun, menggunakan alas kaki dan sarung tangan saat membersihkan selokan atau rumah. Selain itu penanggulangan Leptospirosis dapat dengan melakukan pemasangan perangkap tikus, menggunakan alat pelindung untuk menangkap tikus, masukkan perangkap ke ember berisi air selamat 15 menit atau sampai tikus mati, tikus mati dapat dikubur didalam liang dan air bekas rendaman tikus dibuang ke tanah kering.
Contact and Follow Us:
email : puskesmassrondol27@gmail.com
instagram : puskesmassrondol27
putaka : 0895332947444