Bukan sekadar memperoleh manfaat, olahraga adalah kebutuhan. Kurang olahraga bisa meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit kronis.
Sering berjalan kaki atau latihan aerobik bisa meningkatkan fungsi sistem kardiovaskular.
Hal ini bisa melatih ketahanan tubuh sehingga tubuh bugar, lebih berenergi sepanjang hari, dan tidak mudah lelah.
Nah, ketika Anda kurang olahraga, tubuh tidak terlatih untuk melakukan aktivitas fisik yang berat.
Tubuh tidak terbiasa membakar banyak energi atau mengeluarkan energi tambahan. Akibatnya, sehari-hari tubuh relatif lebih lesu dan Anda mudah capek sekalipun hanya sedikit beraktivitas.

Rasa sakit pada punggung belakang, lutut, dan bahu saat bangun di pagi hari bisa muncul akibat Anda kurang berolahraga.
Olahraga membuat Anda menggerakan otot dan sendi. Jika dilakukan teratur, otot dan sendi akan lebih kuat dan kemampuan geraknya bertambah baik.
Alhasil, tubuh menjadi lebih luwes, rileks, dan tidak mudah kaku.
Akan tetapi, saat otot dan sendi tidak sering digunakan, perlahan serat-serat penyusun otot akan digantikan oleh lemak.
Hal tersebut akan mengurangi massa dan kekuatan otot sehingga Anda rentan mengalami pegal-pegal, otot tegang, dan nyeri sendi.
3. Stres dan depresi
Jika akhir-akhir ini Anda selalu merasa stres, memikirkan banyak hal, dan cemas, ini mungkin tanda tubuh membutuhkan aktivitas fisik.
Stres yang muncul akibat jarang berolahraga berkaitan dengan aktivitas hormon endorfin.
Olahraga meningkatkan kadar endorfin di dalam tubuh. Endorfin adalah hormon alami yang akan memberikan efek rasa senang dan tenang.
Itulah mengapa setelah berolahraga selain meningkatkan kebugaran jasmani suasana hati pun menjadi lebih baik.
Mungkin Anda mengira dengan tidak berolahraga tubuh akan menyimpan energi agar tidak mudah lapar.
Namun, hal yang terjadi justru sebaliknya, Anda selalu merasa lapar.
Ketika kurang olahraga, tubuh Anda akan merasa lelah. Tubuh yang lelah menghasilkan lebih banyak hormon ghrelin, pengatur sensor lapar.
Kondisi ini bisa membuat Anda makan lebih banyak sehingga lama-kelamaan berat badan naik.
Dengan asupan makanan semakin banyak dan aktivitas fisik yang semakin berkurang, tidak heran banyak kalori berlebih yang menumpuk menjadi lemak.
5. Konstipasi atau sembelit

Bukan hanya akibat kurang asupan berserat, konstipasi juga bisa menjadi tanda Anda kurang berolahraga.
Dikutip dari Scandinavian Journal of Gastroenterology (2019), melakukan olahraga aerobik secara rutin, seperti berjalan kaki atau aktivitas gerak tubuh lainnya memiliki manfaat signifikan.
Salah satu manfaat olahraga yaitu sebagai pilihan pengobatan yang aman dan efektif untuk mengatasi sembelit.
Temuan ini menjelaskan saat Anda kurang olahraga proses pencernaan tubuh akan melambat.
Dampak ini akan lebih terasa pada orang yang memiliki banyak lemak visceral (lemak perut) dan buang air besar tidak teratur.