1

FGD Lokmin Lintas Sektoral Triwulan I

Ditulis 2025-02-25 13:56:51

Dalam upaya meningkatkan dan mewujudkan lingkukan yang bersih serta sehat bagi masyarakat, Puskesmas Rowosari menyelenggarakan Focus Group Discussion Lintas Sektoral Triwulan IV pada tanggal 18 Februari 2025 di Aula Puskesmas Rowosari. Pertemuan yang di hadiri oleh unsur pemangku kepentingan di wilayah kerja Puskesmas Rowosari yaitu Camat Tembalang beserta Ibu, Kapolsek, Danramil, Lurah, Kesos Kelurahan, FKK, DKK, Korsatpen Tembalang, Disdalduk Tembalang, KUA Tembalang, RS KRMT Wongsonegoro. Dalam FGD Linsek ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting untuk meningkatkan lingkungan yang berkualitas dan sehat bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Hasil capaian dari pelaksanaan FGD ini, yaitu :

  • Arahan Kadinkes
    • CKG harus tuntas dan berhasil, semua yang hadir harus download satu sehat dan JKN mobile
    • Pemeriksaan nyamuk wolbachia tetap dilakukan
  • Camat Tembalang (Abdul Harris Nur Hidayat, S.Sos)
  1. Di era pemerintahan presiden Prabowo, stunting jadi topik yang disorot, dimohon untuk data tampilkan data sesungguhnya.
  2. Mari tangani stunting bersama dengan optimal dengan dukungan semua sektor
  • Paparan oleh Heri Wibowo, SKM, M.Kes (Plt. Kepala Puskesmas Rowosari)
    • Cek Kesehatan Gratis
  1. Dimulai sejak 10 Februari 2025 dengan sasaran seluruh Masyarakat Indonesia dengan target sasaran 80% di akhir tahun.
  2. Pihak puskesmas tiap harinya menghubungi 100 pasien yang terdaftar di SIMPUS Puskesmas Rowosari dengan WA Blaster (tidak harus peserta faskes BPJS di Puskesmas Rowosari), jika ada rujukan bisa dilaporkan ke faskesnya (non faskes Rowosari).
  3. Sadaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat (kecuali usia 7 – 17 tahun karena akan diadakan di sekolah).
  4. Ada sekitar 24 item pemeriksaan (tergantung kemampuan puskesmas masing-masing) menunggu dropping dari Pusat, sementara belum ada dropping masih menggunakan sumber daya dari Puskesmas.
  5. Download satu sehat dan mobile JKN, jika kesulitan mendownload bisa langsung datang ke Puskesmas nanti akan dibantu oleh petugas Puskesmas.
  • Stunting
  1. Jumlah ibu hamil dan balita meteseh paling banyak (Peta Potensial Dampak → keterpaparan tinggi di Rowosari, Meteseh 4, Meteseh 8 kerentanan tinggi di Rowosari (2,3), Meteseh (1,3)
  2. Stunting kumulatif tertinggi di Meteseh
  3. Wasting kumulatif tertinggi di meteseh
  4. Underweight kumulatif tertinggi di meteseh
  5. Gizi buruk di Kelurahan Mangunharjo belum terlaporkan
  6. Ibu Hamil KEK kumulatif tertinggi di Meteseh
  7. Ibu Hamil Anemia tertinggi di Meteseh, yang tidak hadir di Puskesmas (kel mangunharjo tidak ada)

Potensi Daerah
• Cakupan D/S rata-rata di bawah 50%
• Cakupan N/D rata-rata di atas 75%
• Jumlah kader aktif masih ada yg kurang dari 5 yaitu Meteseh 31
• Tingkat pengetahuan tentang stunting masih kurang
• Alur pelaporan bisa ditekankan lagi oleh kader
• Peran linsek yang perlu di maksimalkan : mengaktifkan Kembali satgas stunting (per RW minimal ada 1 satgas stunting), Meteseh perbaharui SK, Mangunharjo SK diperbaiki
• Pelaporan bayi baru lahir di WA grup untuk rowosari meningkatkan keaktifkan kader
• Pengentasan NIK dummy minta tolong bisa dilaporkan jika sudah ada
• Upaya yang dilakukan : Posyandu Balita (problem menumpuk di 1 hari), kelas balita, pemeriksaan gizi buruk secara komprehensif, Daycare balita, Peran RS (Stetoskop) jika memungkinkan dengan RSWN, Dsitribusi PDK, PMT Lokal, CSR

 

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018