.png)
Kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan karena jumlah kasus baru dan kematian yang terus meningkat, serta beban biaya pengobatan yang besar. Kanker leher rahim merupakan kanker terbanyak ke-empat didiagnosis pada perempuan di dunia. Di Indonesia, pada tahun 2020 dan 2021, kanker leher rahim menempati urutan kedua kasus kanker terbanyak dibandingkan jenis kanker lainnya. Sejatinya kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker yang bisa dicegah bahkan dieliminasi. Indonesia telah mencanangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023-2030 berdasarkan KMK No. HK.01.07/MENKES/2176/2023, yang berisikan 4 pilar dan 10 prioritas utama. Adapun prioritas utama pada RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023-2030 ini yaitu: 1) 90% anak perempuan dan laki-laki divaksin HPV sebelum usia 15 tahun; 2) 75% perempuan usia 30-69 tahun diskrining menggunakan tes DNA HPV setiap 10 tahun sekali; 3) 90% perempuan dengan lesi prakanker dan kanker leher rahim mendapatkan pengobatan. Implementasi program pemeriksaan DNA HPV dan co-testing IVA di Jawa Tengah dilakukan di tahun 2024 dimana Kota Semarang sebagai pilot projeknya. Hasil dari program ini adalah cakupan 10.368 (71%) dalam 3 bulan dari target sasaran 14.600 WUS. Sedangkan capaian program skrining dengan DNA HPV co-testing IVA di Puskesmas Rowosari tahun 2024 sebanyak 136 (30%), dengan prosentase terendah kedua dari 39 puskesmas di Kota Semarang. Untuk itu dibuatlah inovasi E-liminate.
Tujuan untuk mengoptimalkan implementasi eliminasi kanker leher rahim dengan pemeriksaan DNA HPV co-testing IVA dengan cara meningkatkan pengetahuan yang proaktif, kemudahan akses informasi, dan efisien tahapan alur pelaksanaan dan digitalisasi form catatan medis dengan pemanfaatan teknologi berbasis aplikasi website di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rowosari.
"Jaga Serviksmu, Jaga Kehidupanmu dengan skrining kanker leher rahim di puskesmas secara berkala"