Setiap tahun pada tanggal 28 September, dunia memperingati Hari Rabies Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit rabies dan pentingnya pencegahannya. Peringatan ini juga bertujuan untuk mendorong kerja sama global dalam mengendalikan dan memberantas rabies.
Sejarah Hari Rabies Sedunia
Hari Rabies Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2007, diprakarsai oleh Aliansi Pengendalian Rabies (ARC) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Tanggal 28 September dipilih untuk mengenang jasa Louis Pasteur, seorang ahli mikrobiologi yang mengembangkan vaksin rabies dan berhasil mencegah kematian orang-orang yang digigit anjing gila.
Penyakit Rabies
Rabies adalah penyakit virus zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Gejala rabies dapat bervariasi, tetapi umumnya muncul dalam 30-90 hari setelah penderita tergigit hewan yang terinfeksi.
Pencegahan dan Pengendalian Rabies
Pencegahan dan pengendalian rabies dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
- Vaksinasi hewan: Vaksinasi hewan peliharaan, terutama anjing, sangat penting untuk mencegah penyebaran rabies.
- Menghindari kontak dengan hewan liar: Hewan liar dapat membawa virus rabies, sehingga penting untuk menghindari kontak dengan mereka.
- Mencuci luka gigitan: Jika tergigit hewan, segera cuci luka dengan air dan sabun, lalu oleskan obat antivirus dan cari pertolongan medis.
- Pemberian serum antirabies: Pemberian serum antirabies dapat membantu mencegah perkembangan virus rabies pada manusia.