Hai Teman Ceria ...
Puasa bukan alasan gizi berantakan. Kuncinya: pilih menu bergizi, atur porsi, dan cukup cairan.
Sahur praktis tapi lengkap
Isi piring dengan karbohidrat kompleks (nasi merah/oat), protein (telur/tempe/tahu), sayur, buah, dan air putih. Hindari gorengan berlebihan agar tidak cepat haus dan lemas. Sedikit lemak sehat (alpukat/minyak zaitun) membantu kenyang lebih lama.
Berbuka secara bertahap
Mulai dengan kurma/air putih, beri jeda salat, lalu makan utama sesuai porsi isi piringku: ¼ karbo, ¼ protein, ½ sayur-buah. Batasi minuman manis—cukup satu gelas. Teh manis takaran ringan dan semangkuk sup atau sayur bening membantu lambung adaptasi.
Cukup cairan
Target 8 gelas antara magrib–subuh (2 saat buka, 1 sebelum tarawih, 2 selepas tarawih, 2 sebelum tidur, 1 sahur). Kurangi kopi pekat yang memicu buang air.
Aktif tetap terjaga
Jalan kaki 15–20 menit selepas tarawih cukup untuk membantu pencernaan dan mencegah kantuk berlebih di siang hari.
Dengan pola sederhana ini—sahur bergizi, buka bertahap, air cukup, gerak ringan—tubuh tetap bertenaga dan ibadah nyaman tanpa drama lambung atau berat badan melonjak.