Musim hujan = musim tikus + musim Leptospirosis. Untuk antisipasi itu, Puskesmas Rowosari menggelar Pertemuan Lintas Sektor bersama 3 kelurahan wilayah kerja: Meteseh, Mangunharjo, dan Rowosari. Hadir Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kader, PKK, dan tokoh masyarakat.
Fokus Bahasan: 2 Hal Penting
1. Bahaya Leptospirosis
Petugas Surveilans Puskesmas Rowosari paparkan data. Leptospirosis atau “kencing tikus” disebabkan bakteri Leptospira dari urine tikus. Masuk tubuh lewat luka, mata, hidung, atau kulit saat kena air/kubangan kotor. Gejala awal: demam tinggi mendadak, nyeri otot betis, sakit kepala, mata merah/kuning. Mirip DBD tapi bedanya betisnya nyeri banget. Kalau telat ditangani bisa kena gagal ginjal, perdarahan, sampai kematian. Petani, anak main banjir, petugas kebersihan = kelompok paling rawan di Meteseh, Mangunharjo, Rowosari.
2. Gerakan Pemasangan Perangkap Tikus Masal
Ini aksi nyata hasil kesepakatan lintas sektor. Tujuannya putus rantai penularan dari sumbernya: tikus. Strateginya:
Kesepakatan Lintas Sektor
1. Kelurahan: Wajibkan kerja bakti bersihkan selokan + tumpukan barang 1x/minggu. PKK: Sosialisasi ke ibu-ibu lewat dasawisma: “Tutup makanan, rapikan rumah, jangan main banjir”.
2. Sekolah: Edukasi anak SD-SMP di Meteseh, Mangunharjo, Rowosari biar nggak jajan sembarangan & pakai sandal saat hujan.