Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, jumlah kasus HIV (human immunodefiency virus) di Indonesia diproyeksikan mencapai 515.455 kasus selama Januari-September 2023. Dari total tersebut, 454.723 kasus atau 88% sudah terkonfirmasi oleh penderitanya atau orang dengan HIV (ODHIV).
LIDYADIMARI (Layanan Tes HIV dan ARV di Malam Hari) adalah kegiatan dalam Upaya penemuan kasus HIV dan pengobatan HIV yang dilakukan di luar jam pelayanan rawat jalan. Dilakukan sebulan sekali dengan jam pelayanan dari jam 17.00 WIB – 21.00 WIB.
Puskesmas Srondol adalah salah satu puskesmas yang melakukan program Lidyadimari di Kota Semarang. Petugas Yang terlibat dalam kegiatan LIDYADIMARI meliputi petugas Rekam Medis, Perawat, Dokter, Analis Kesehatan dan Petugas Farmasi.
Alur Pelayanan LIDYADIMARI meliputi pendaftaran, Anamnesa keluhan dan factor resiko, Pemeriksaan laboratorium HIV dan SIFILIS, Konsultasi Dokter dan Pengobatan ARV bagi pasien positif HIV.
Kegiatan LIDYADIMARI juga melibatkan LSM Peduli HIV-AIDS dalam penemuan dan penjangkauan populasi kunci dan kerjasama dengan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dalam pendampingan pengobatan ARV pada Pasien positif HIV /AIDS .
Kegiatan LIDYADIMARI yang dilaksanakan pada malam hari sangat membantu bagi pasien beresiko yang terkendala waktu pekerjaaan jika dilakukan pada jam kerja. Mereka cenderung lebih nyaman ketika mendapatkan pelayanan tersendiri di malam hari. Mereka lebih leluasa dalam berkonsultasi tentang keluhan yang dirasakan kepada petugas kesehatan. Kasus HIV positif juga banyak ditemukan saat kegiatan LIDYADIMARI.
Perlu adanya kerja sama dari semua pihak dalam pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS untuk menghindari rantai penularan. Kerjasama Dinas Kesehatan, Puskesmas , Kader, Masyarakat dan LSM Peduli HIV/AIDS dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) di harapkan dapat menekan angka penularan HIV-AIDS di Indonesia.
Selain Kegiatan Lidyadimari dalam Upaya menekan jumlah HIV-AIDS khususnya di Kota Semarang, Puskesmas Srondol memiliki berbagai macam program yang diharapkan dapat menekan angka kejadian penyakit HIV-AIDS. Adapun kegiatan yang dilakukan Puskesmas Srondol dalam pencegahan dan pengobatan HIV antara lain:
Selain Upaya dalam rangka pencegahan dan pengobatan HIV-AIDS, Puskesmas Srondol juga giat dalam kegiatan mencegah Anti Stigma Masyarakat terhadap penderita HIV dengan memberikan penyuluhan Kesehatan tentang Anti Stigma HIV pada Masyarakat. Dengan tidak adanya stigma diharapkan pasien HIV-AIDS mendapatkan dukungan psikologi, lebih teratur dan semangat dalam konsumsi ARV dan lebih semangat dalam berkarya dan bekerja.
