Kategori
1

Pengenalan Penyakit Tuberculosis dan Cara Pencegahannya

Ditulis 2024-09-05 15:16:56

APA ITU TUBERCULOSIS ?

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. TBC utamanya menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening,dan lainnya ketika bakteri TBC keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstra Paru. Gejala utama adalah batuk berdahak terus-menerus selama 2-3 minggu atau lebih yang dapat disertai gejala-gejala lainnya seperti:

  1. Sesak napas dan nyeri pada dada
  2. Batuk bercampur darah
  3. Badan lemah dan rasa kurang enak badan
  4. Kurang nafsu makan dan berat badan menurun
  5. Berkeringat pada malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan

Dikutip dari Antara News, Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektoral berikut komitmen dalam menangani masalah TBC. Dengan jumlah kasus TBC mencapai 6.527 pada tahun 2023, masalah TBC di Kota Semarang tidak bisa dianggap remeh. Dengan temuan kasus sebanyak itu, diakuinya, permasalahan TBC di Kota Semarang tidak bisa dianggap remeh sehingga harus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terkait.

Berdasarkan Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberculosis, pada BAB II pasal 4 dan 5 tentang Target dan Strategi Nasional Eliminasi Tuberculosis, dijelaskan bahwa Target Eliminasi Tuberculosis pada tahun 2030 yaitu Penurunan angka kejadian ( incidence rate TBC menjadi 65 (enam puluh lima) per 100.000 (serratus ribu) penduduk dan penurunan angka kematian akibat TBC menjadi 6 (enam) per 100.000 (seratus ribu) penduduk. Banyak cara yang dibutuhkan untuk menekan angkaj kejadian penyakit Tuberculosis, salah satunya yaitu Skrining TBC.

APA ITU SKRINING TBC ?

Skrining TBC adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendeteksi secara dini penyakit TBC melalui Tes TCM (Pemeriksaan Dahak) dan Tes Mantoux. Skrining TBC dilakukan pada semua sasaran usia masyarakat. Puskesmas Srondol rutin dalam melakukan Skrining TBC di wilayah kerja yaitu Kelurahan Srondol Kulon, Srondol Wetan, dan Banyumanik. Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan yang lain, misalnya Kegiatan Posyandu, Lawangsewu, Skrining Kesehatan di Pabrik-Pabrik ataupun Pusat Perbelanjaan.

Setelah dilakukan Skrining TBC dan mendapatkan Sample (dahak) dari Terduga TBC, selanjutnya akan dilakukan Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan Xpert MTB/RIF yang tersedia di Laboratorium Puskesmas Srondol. Dan setelah hasil keluar, pasien akan diketahui apakah hasil pemeriksaan Positif TBC ataupun Bukan TBC.

  

contoh kegiatan skrining TBC

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018