
Di tengah dinamika perkembangan masyarakat modern saat ini, kesehatan menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman budaya dan geografi, memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi berbagai masalah kesehatan. Untuk mengatasi ini, pemerintah Indonesia telah mengembangkan berbagai program kesehatan, salah satunya adalah Program Indonesia Sehat dengan pendekatan yang berfokus pada keluarga.
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS - PK) merupakan program pemerintah dalam pembangunan kesehatan yang pendekatannya berfokus pada keluarga inti dengan 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga dan penghitungannya menggunakan Indeks Keluarga Sehat (IKS). IKS merupakan akumulasi dari nilai 12 indikator PIS-PK dan dikategorikan ke dalam 3 kelompok, yakni Keluarga Sehat bila nilai IKS > 0,8 (80%), Keluarga Pra Sehat bila nilai IKS 0,5 - 0,8 (50% s/d 80%) dan Keluarga Tidak Sehat bila nilai IKS < 0,5 (50%).
Adapun 12 indikator kesehatan yang dinilai pada program PIS-PK antara lain:
Puskesmas yang menjadi ujung tombak dalam mewujudkan Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga memiliki peranan besar terhadap keberhasilan PIS-PK ini. Dalam PIS-PK, Puskesmas wajib mendata seluruh keluarga yang ada di wilayah kerjanya. Pendataan dilakukan dengan melakukan kunjungan rumah yang nantinya Puskemas bisa memanfaatkan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga tersebut untuk dilakukan intervensi masalah kesehatan yang ditemui.
Puskesmas Srondol terdiri dari tiga wilayah kerja, yaitu Kelurahan Srondol Kulon, Srondol Wetan, dan Banyumanik. Menurut data pada Aplikasi Keluarga Sehat cut off Bulan Juni Tahun 2024, nilai IKS Puskesmas Srondol 0,81. Walaupun sudah dalam kategori SEHAT, masih banyak hal yang harus dicapai, terutama beberapa indikator yang masih memerlukan perhatian lebih. Adapun indikator yang membutuhkan perhatian dan intervensi lanjutan yaitu indikator merokok, gangguan jiwa, hipertensi, dan tuberculosis paru. Melalui program ini diharapkan dapat membangun kesadaran, partisipasi aktif, dan penguatan sistem kesehatan dari level keluarga sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat.

